Menu

Mode Gelap
Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Ajak Pererat Silaturahmi Peduli Sesama, Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Sebar Ratusan Takjil di Samarinda Kolaborasi Otorita IKN dan BI, Pemandu Wisata Nusantara Siap Dampingi Pengunjung DPRD Samarinda Usul Parkir Berlangganan Diuji Coba Terlebih Dahulu Ketua DPRD Samarinda Tanggapi Polemik Mobil Wali Kota, Minta Publik Beri Ruang Pemkot

BERITA DAERAH · 28 Jul 2025 12:15 WITA ·

KFBN 2025, Panggung Budaya Pemersatu Nusantara


 penampilan delegasi kesenian Sanggar Padagi Raya, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada pertunjukan jalanan atau street performance, dalam rangka memeriahkan Kukar Festival Budaya Nusantara 2025. (Fairuz/KutaiPanrita.id) Perbesar

penampilan delegasi kesenian Sanggar Padagi Raya, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada pertunjukan jalanan atau street performance, dalam rangka memeriahkan Kukar Festival Budaya Nusantara 2025. (Fairuz/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kukar Festival Budaya Nusantara atau KFBN 2025 kembali mencuri perhatian publik. Festival tahunan ini menghadirkan keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia dengan kemasan yang meriah dan partisipasi masyarakat yang tinggi. KFBN pun menjadi salah satu sorotan budaya nasional.

Salah satu daya tarik utama dalam KFBN tahun ini adalah pertunjukan jalanan atau street performance yang digelar rutin setiap sore di kawasan Simpang Odah Etam, Tenggarong. Ruang publik tersebut disulap menjadi panggung terbuka untuk berbagai seni pertunjukan dari seluruh penjuru nusantara.

Dari Kalimantan Barat, Sanggar Padagi Raya, Kabupaten Landak, ikut memeriahkan festival dengan menampilkan Tarian Nugal Manmani, Ngalapuhat Bani Pihawak. Tarian tradisional ini mengangkat kisah masyarakat Dayak Kanayan, tentang kehidupan nomaden dan tradisi bertani di kawasan pegunungan.

“Ini adalah kali pertama kami tampil di Kutai Kartanegara. Kami merasa sangat dihargai dan disambut dengan hangat oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Ini adalah pengalaman yang luar biasa,” Pimpinan delegasu Sanggar Padagi Raya, Landak, Kalbar, Berlin, belum lama ini.

Menurut Berlin, budaya adalah perekat bangsa, dan festival seperti KFBN menjadi wadah membangun kebersamaan lintas daerah. Tarian yang mereka tampilkan sarat akan pesan kehidupan manusia zaman dahulu, yang hidup berdampingan dengan alam dan menanam padi secara tradisional menggunakan teknik menugal.

“Budaya yang menyatukan kita, budaya yang mempertemukan kami dengan masyarakat Kutai Kartanegara,” tutur Berlin.

Tak hanya delegasi dari luar daerah, kelompok seni, sanggar tari, dan paguyuban lokal di Kutai Kartanegara juga turut ambil bagian. Perpaduan seni lokal dan nasional ini memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia.

KFBN 2025 tak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tapi juga momentum penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan melalui warisan budaya dan kearifan lokal dari Sabang hingga Merauke.

 

Pewarta & Editor : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Ajak Pererat Silaturahmi

15 Maret 2026 - 21:00 WITA

Peduli Sesama, Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Sebar Ratusan Takjil di Samarinda

15 Maret 2026 - 20:00 WITA

DPRD Samarinda Usul Parkir Berlangganan Diuji Coba Terlebih Dahulu

15 Maret 2026 - 10:00 WITA

Ketua DPRD Samarinda Tanggapi Polemik Mobil Wali Kota, Minta Publik Beri Ruang Pemkot

15 Maret 2026 - 09:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Pemkot Tuntaskan Persoalan SKTUB Pedagang Pasar Pagi

15 Maret 2026 - 08:00 WITA

DPRD Samarinda Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Ramadan

15 Maret 2026 - 07:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH