Menu

Mode Gelap
Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

BERITA DAERAH · 28 Jul 2025 11:15 WITA ·

KFBN 2025 Sita Perhatian Delegasi Kesenian dari Penjuru Nusantara


 Penampilan delegasi kesenian Rumah Karya Mekongga Art, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada pertunjukan jalanan atau street performance, dalam rangka memeriahkan Kukar Festival Budaya Nusantara. (Fairuz/KutaiPanrita.id) Perbesar

Penampilan delegasi kesenian Rumah Karya Mekongga Art, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada pertunjukan jalanan atau street performance, dalam rangka memeriahkan Kukar Festival Budaya Nusantara. (Fairuz/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Gelaran Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025 kembali sukses mencuri perhatian publik, khususnya para delegasi kesenian dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah pertunjukan jalanan (street performance) yang digelar setiap sore di Simpang Odah Etam, Tenggarong. Aksi seni dari berbagai provinsi disuguhkan secara terbuka, menampilkan keragaman budaya yang meriah dan sarat makna. Tak heran jika penampilan demi penampilan kerap mendapat sambutan hangat dari penonton maupun peserta.

Salah satu delegasi yang tampil adalah Dina, seniman dari Rumah Karya Mekongga Art, Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap penyelenggaraan KFBN yang menurutnya bukan hanya megah, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya secara konsisten.

“Luar biasa. Masih mempertahankan tradisi, budaya, dan antusiasme masyarakat yang tinggi sekali terhadap acara ini,” ujar Dina.

Menurutnya, KFBN menghadirkan semangat inklusivitas dan keterbukaan, karena memberi ruang seluas-luasnya bagi berbagai budaya dari seluruh Indonesia untuk hadir dan tampil.

Bukan kali pertama, tahun ini merupakan penampilan keempat Dina di panggung KFBN. Setiap tahun, ia selalu membawa cerita berbeda dan kesan yang mendalam.

“Harapan saya, ke depan festival ini bisa lebih maju lagi dan lebih banyak mendukung kehadiran budaya-budaya dari provinsi lain untuk tampil di Kukar,” ucapnya.

Pada kesempatan kali ini, Dina bersama timnya menampilkan Tarian Lariangi, tarian tradisional dari Sulawesi Tenggara yang menggambarkan momen sakral penyambutan raja yang kembali dari medan perang. Tarian ini merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan menjadi bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan adat.

“Tarian yang kami tampilkan tadi menceritakan tentang penyambutan raja di zaman peperangan. Saat raja kembali dari medan perang, masyarakat menyambutnya dengan tarian Lariangi,” jelas Dina.

Ia pun menyampaikan harapannya agar Kabupaten Kutai Kartanegara terus menjaga identitas budayanya serta menjadikan KFBN sebagai ruang pertemuan budaya nasional yang semakin kuat.

“Semoga Kukar terus mempertahankan budayanya, lebih maju lagi, dan semakin sukses ke depannya,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas

6 Mei 2026 - 09:30 WITA

Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah

5 Mei 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital

5 Mei 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret

5 Mei 2026 - 16:00 WITA

PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

5 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Kukar Terima Aksi Ratusan Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf

4 Mei 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH