Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Penertiban Tahura, Warga Minta Kejelasan dan Keadilan DPRD Kukar Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Bukit Soeharto Curi Barang Pengunjung Air Terjun Perjiwa, Pria Ini Diciduk Saat Tertidur Polemik Gereja di Mangkupalas, Pemkot Samarinda Masih Telusuri Proses Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Sistem Keuangan dan Aset, Dana Mengendap Hingga Sertifikasi Jadi Perhatian

NASIONAL · 12 Des 2025 19:00 WITA ·

Koalisi Damai Gelar Editor Meeting untuk Perkuat Tata Kelola Digital Berbasis HAM


 Koalisi Damai Gelar Editor Meeting untuk Perkuat Tata Kelola Digital Berbasis HAM Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, JAKARTA — Koalisi Damai bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan Senior Editors Meeting bertema “Memperkuat Kolaborasi Multi-Pemangku Kepentingan untuk Tata Kelola Digital Berbasis HAM” pada 11 Desember 2025 di Kantor UNESCO Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Social Media 4 Peace yang didukung Uni Eropa.

Pertemuan ini digelar sebagai respon atas kebutuhan kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi berbagai risiko dan dampak ruang digital. Tidak ada satu aktor pun yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas persoalan ini. Untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi perusahaan teknologi, dibutuhkan tata kelola digital yang inklusif serta melibatkan beragam pemangku kepentingan. Dalam proses ini, masyarakat sipil dan media memegang peran penting untuk memastikan ruang digital tetap demokratis dan aman.

“Organisasi masyarakat sipil dan media menghadapi tantangan serupa, terutama terkait menyempitnya ruang kebebasan sipil dan ketimpangan kekuatan antara perusahaan teknologi global dan komunitas lokal. Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat kerja bersama demi memastikan hak-hak masyarakat terlindungi di ruang digital,” kata Ketua AMSI, Wahyu Dhyatmika.

Direktur Kantor Regional UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menambahkan, “Tata kelola digital berbasis HAM adalah tantangan global. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara melindungi keamanan, privasi, dan otonomi pengguna, tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi, keragaman budaya, dan akses terhadap informasi. Bagi media, tantangan lainnya adalah memastikan keberlanjutan jurnalisme berkualitas.”

UNESCO mendukung pembentukan Koalisi Damai pada 2023. Koalisi ini terdiri dari 16 organisasi independen, termasuk AMSI, yang bekerja mendorong ekosistem digital yang lebih aman dan demokratis melalui riset, advokasi kebijakan, serta penguatan kapasitas. Pertemuan perdana dengan para pemimpin redaksi ini menjadi langkah awal untuk merumuskan bentuk kolaborasi konkret, termasuk kerja advokasi bersama dan kampanye publik.

Acara ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 15 pimpinan redaksi media anggota AMSI (online, radio, dan TV) serta 15 perwakilan organisasi anggota Koalisi Damai.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Koalisi Damai: https://koalisidamai.id/

Untuk informasi tentang program UNESCO Social Media 4 Peace: https://www.unesco.org/en/social-media4peace

(*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Topside Manpatu Resmi Berlayar, Langkah Penting Menuju Produksi 2027

22 April 2026 - 10:00 WITA

IKN dan Pemda Kaltim Sepakat Bangun PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi

11 April 2026 - 15:00 WITA

Indonesia Dorong Standar Global Royalti Musik di Forum ASEAN CMO 2026

10 April 2026 - 17:00 WITA

#NgobroldiMeta di Yogyakarta, AMSI dan Meta Dorong Adaptasi AI di Redaksi

10 April 2026 - 16:00 WITA

AMSI Protes Pembatasan Konten Magdalene, Minta Dewan Pers Turun Tangan

10 April 2026 - 15:00 WITA

AMSI Berharap Ada Keseimbangan antara Kepentingan Perdagangan Internasional dan Perlindungan Industri Media Nasional

27 Februari 2026 - 11:00 WITA

Trending di NASIONAL