Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent

BERITA DAERAH · 5 Des 2025 03:35 WITA ·

Komisi II DPRD Kaltim Pertanyakan Lambatnya Progres Pembangunan Fender Jembatan Mahakam I


 Anggota Komisi II DPRD Kaltim Usai Rapat Dengan Pihak Terkait Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Usai Rapat Dengan Pihak Terkait

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kalimantan Timur kembali memanggil sejumlah instansi teknis dan pihak perusahaan pemilik kapal untuk membahas perkembangan pembangunan ulang fender Jembatan Mahakam I Samarinda. Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu digelar setelah terungkap bahwa progres pekerjaan baru mencapai 6,23 persen, meski kontrak telah berjalan lebih dari satu bulan.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa jembatan tidak boleh dibiarkan tanpa pelindung lebih lama lagi. DPRD, kata dia, ingin memastikan komitmen perbaikan benar-benar dituntaskan sebelum tahun berjalan berakhir.

RDP turut membahas rangkaian insiden yang membuat Jembatan Mahakam I dalam kondisi tanpa fender. Dua kecelakaan kapal yang terjadi pada Februari dan April 2025 merusak pelindung jembatan serta menghantam dua struktur penopang.

“Kami tidak ingin situasi ini berlarut-larut karena Jembatan Mahakam I adalah jalur vital,” ujar Sabaruddin.

Dalam rapat tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memaparkan bahwa perbaikan pier di pilar keempat sudah dirampungkan.

“RDP tadi pihak BBPJN menyebut pier di pilar keempat yang ditabrak sudah diperbaiki. Tanggung jawab PT ESL (Energi Samudera Logistik) telah selesai,” ungkapnya.

PT ESL adalah pemilik kapal ponton bermuatan batu bara yang menabrak jembatan pada April 2025. Dua bulan sebelumnya, kapal tongkang bermuatan kayu milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudera juga menghajar fender hingga hancur total.

Perusahaan terkait sebelumnya diberi dua opsi oleh pemerintah: mengambil alih pengerjaan atau menyerahkan dana pembangunan.
“Sekarang sudah ada mitra yang siap mengerjakan fender itu,” tambah Sabaruddin.

DPRD menegaskan pengawasan akan diperketat, terutama karena informasi mengenai progres proyek baru terungkap dalam forum resmi tersebut. Komunikasi antara DPRD dan BBPJN disebut sempat terhambat akibat pergantian kepemimpinan di tingkat pelaksana teknis.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

1 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH