KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kalimantan Timur kembali memanggil sejumlah instansi teknis dan pihak perusahaan pemilik kapal untuk membahas perkembangan pembangunan ulang fender Jembatan Mahakam I Samarinda. Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu digelar setelah terungkap bahwa progres pekerjaan baru mencapai 6,23 persen, meski kontrak telah berjalan lebih dari satu bulan.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa jembatan tidak boleh dibiarkan tanpa pelindung lebih lama lagi. DPRD, kata dia, ingin memastikan komitmen perbaikan benar-benar dituntaskan sebelum tahun berjalan berakhir.
RDP turut membahas rangkaian insiden yang membuat Jembatan Mahakam I dalam kondisi tanpa fender. Dua kecelakaan kapal yang terjadi pada Februari dan April 2025 merusak pelindung jembatan serta menghantam dua struktur penopang.
“Kami tidak ingin situasi ini berlarut-larut karena Jembatan Mahakam I adalah jalur vital,” ujar Sabaruddin.
Dalam rapat tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memaparkan bahwa perbaikan pier di pilar keempat sudah dirampungkan.
“RDP tadi pihak BBPJN menyebut pier di pilar keempat yang ditabrak sudah diperbaiki. Tanggung jawab PT ESL (Energi Samudera Logistik) telah selesai,” ungkapnya.
PT ESL adalah pemilik kapal ponton bermuatan batu bara yang menabrak jembatan pada April 2025. Dua bulan sebelumnya, kapal tongkang bermuatan kayu milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudera juga menghajar fender hingga hancur total.
Perusahaan terkait sebelumnya diberi dua opsi oleh pemerintah: mengambil alih pengerjaan atau menyerahkan dana pembangunan.
“Sekarang sudah ada mitra yang siap mengerjakan fender itu,” tambah Sabaruddin.
DPRD menegaskan pengawasan akan diperketat, terutama karena informasi mengenai progres proyek baru terungkap dalam forum resmi tersebut. Komunikasi antara DPRD dan BBPJN disebut sempat terhambat akibat pergantian kepemimpinan di tingkat pelaksana teknis.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












