KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Menyikapi kembali munculnya titik banjir di sejumlah kawasan Samarinda, Komisi IV DPRD Kaltim mendorong pemerintah daerah untuk mengakselerasi penanganan banjir secara lebih terpadu. Hal ini menyusul keluhan warga yang terus berulang setiap musim penghujan.
Fuad Fakhruddin menilai penanganan banjir membutuhkan pola kerja yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia menekankan bahwa pekerjaan drainase semata tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan penataan sistem sungai dan pengawasan ketat pada titik rawan sedimentasi.
“Ini persoalan serius. Banjir di Samarinda bisa sangat parah kalau tidak ditangani komprehensif, apalagi sekarang curah hujan sulit diprediksi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fuad menyampaikan bahwa penanganan banjir bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial.
“Masyarakat butuh kepastian bahwa masalah banjir ini ditangani secara serius. Pemerintah harus responsif karena dampaknya besar bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tutupnya.
DPRD Kaltim memastikan akan memberikan dukungan politik dan pengawasan terhadap upaya percepatan penanganan banjir di Kota Samarinda, terutama dalam hal penganggaran serta koordinasi lintas sektor.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












