KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur kembali menyoroti kondisi fasilitas pendidikan di wilayah terpencil yang dinilai masih jauh dari kata layak. Sorotan itu muncul setelah sejumlah guru dari Kabupaten Kutai Kartanegara datang langsung ke DPRD membawa keluhan terkait keberlangsungan sekolah filial yang sudah lama beroperasi.
Anggota Komisi IV, Fuad Fakhruddin, membeberkan bahwa para guru tersebut menyampaikan situasi memprihatinkan yang mereka hadapi di lapangan.
“Mereka datang mengadu ke kami, katanya ada beberapa sekolah sudah beroperasi belasan hingga puluhan tahun tanpa dukungan pembangunan memadai,” ujarnya.
Menurut penuturan para guru, ada sekolah yang telah berjalan 10 hingga 20 tahun, tetapi bangunan dan sarana pembelajaran tak kunjung mendapat penanganan optimal. Meski demikian, para tenaga pendidik tetap bertahan demi memastikan akses pendidikan tetap tersedia bagi masyarakat di daerah jauh dari pusat layanan.
Fuad menegaskan bahwa kondisi geografis yang sulit dijangkau membuat kebutuhan pembangunan sekolah semakin mendesak. Ia meminta agar pemerintah daerah memberi perhatian lebih pada infrastruktur sekolah filial yang selama ini menjadi penyangga pendidikan dasar di wilayah terluar.
Di sisi lain, ia menyebut bahwa perhatian nasional terhadap sektor pendidikan sebenarnya sedang meningkat. Program seperti makan gratis, sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga digitalisasi pembelajaran dinilai dapat memperkuat layanan pendidikan jika berjalan seiring dengan kebijakan daerah.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












