Menu

Mode Gelap
Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih Sebagai Ketua dan Sekertaris AMSI Wilayah Kepri Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Kerja 2026 Harga Terjangkau untuk Warga, Otorita IKN Luncurkan Gerakan Pangan Murah di Kawasan Nusantara Otorita IKN Terus Hadirkan Program Cek Kesehatan Gratis, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Nusantara Sosialisasi SPBE dan Pemerintahan Digital Dorong Akselerasi Transformasi Menuju Indonesia Digital 2045

BERITA DAERAH · 19 Okt 2023 15:30 WITA ·

Komitmen Dispar Kaltim Tingkatkan Kualitas Ekraf, Hadirkan Kompetisi, Festival hingga Fasilitasi Pendaftaran HAKI


 Komitmen Dispar Kaltim Tingkatkan Kualitas Ekraf, Hadirkan Kompetisi, Festival hingga Fasilitasi  Pendaftaran HAKI Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Sebagai bentuk meningkatkan kualitas Ekonomi Kreatif di Kaltim, salah satu strategi yang diterapkan oleh Dispar Kaltim adalah melalui penyelenggaraan berbagai workshop, kompetisi hingga festival.

Dengan hadirnya kompetisi maupun festival, diharapkan akan kian menggenjot mental para pelaku ekraf untuk terus memberikan kualitas yang terbaik dalam membuat karyanya. Nantinya para pemenang kompetisi akan dilakukan pendampingan  untuk memamerkan karyanya di luar kota.

“Setelah workshop kita buat sesi berupa kompetisi maupun festival baru setelah ada pemenanngnya kita bawa kita adakan pendampingan di luar kota,” ujar Awang.

Selain itu Dispar Kaltim juga memfasilitasi kepada  para pelaku ekraf untuk melakukan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). tidak perlu melalui proses workshop atau pun kompetisi, produk yang didaftarkan untuk HAKI merupakan produk yang sudah matang. Dispar Kaltim akan memberikan pembinaan bagi para pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan produknya.

“Kadang kita lngsung juga bawa mereka untuk melakukan pameran, ke sarinah atau kota tua atau langsung kita HAKI kan karena semua pelaku ini punya kekuatan yang berbeda – beda, karena ada yang startup, ada yang baru tau dengan dunia ekraf, ada yang sudah jadi tapi kesulitan memasarkan, nah kita bantu disitu setelah semua sudah berupa produk jadi, disitulah maka akan kita HAKI kan,” lanjut Awang.

Harapannya di tahun 2024 hal ini tidak hanya akan berlaku untuk produk Kriya, melainkan juga dapat berlaku untuk produk kuliner dan objek keeasi seni bernilai ekonomis lainnya.

“Mudahan tahun 2024 kita bisa terus menerapkan alur seperti ini, dan tidak hanya di wastra kriya saja namun juga di kulinernya, kriya maupun objek kreasi lainnya,” tutupnya.(adv)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kaltim: Pendidikan Kontekstual Diperlukan untuk Tekan Ketimpangan Antarwilayah

10 Desember 2025 - 13:42 WITA

DPRD Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Lokal sebagai Strategi Pembangunan SDM

10 Desember 2025 - 13:41 WITA

DPRD Kaltim Dukung Penguatan Implementasi KUHP Baru Lewat Kerja Sama Pemprov–Kejati

10 Desember 2025 - 13:08 WITA

DPRD Kaltim: Pendidikan Harus Diperkuat Teknologi, Bukan Hanya Bangunan

10 Desember 2025 - 11:43 WITA

DPRD Kaltim Pertanyakan Sekolah Menengah yang Masih Beli Buku Fisik

10 Desember 2025 - 10:42 WITA

Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Rendahnya Serapan Anggaran OPD

9 Desember 2025 - 14:50 WITA

Trending di BERITA DAERAH