Menu

Mode Gelap
KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

BERITA DAERAH · 6 Des 2025 01:39 WITA ·

KRISIS FASILITAS PENDIDIKAN MENENGAH, KOMISI IV DPRD KALTIM SEBUT SITUASI SUDAH MASUK FASE DARURAT


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (istimewa) Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (istimewa)

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas pendidikan menengah di berbagai daerah telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mengemuka setelah lembaga legislatif menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk membahas kapasitas sekolah yang semakin menurun.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan bahwa pemerintah belum memiliki peta jalan jangka panjang yang benar-benar matang dalam merespons kebutuhan fasilitas pendidikan. Menurutnya, pertumbuhan jumlah peserta didik jauh melampaui pembangunan sekolah baru.

Ia menekankan bahwa kebijakan zonasi turut memperburuk masalah karena banyak siswa akhirnya tidak dapat mengakses sekolah terdekat.
Banyak siswa harus menempuh jarak belasan kilometer hanya untuk masuk sekolah negeri. Ini menandakan sistem saat ini sudah tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan, ujar Andi Satya.

Komisi IV juga menyoroti fakta bahwa hambatan administrasi menjadi salah satu faktor utama lambatnya pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Banyak rencana pembangunan tidak dapat berjalan karena status lahan belum jelas atau dokumen legalitasnya belum lengkap.

Di tengah upaya penataan, daerah seperti Balikpapan menjadi wilayah yang paling mendesak membutuhkan USB tingkat SMA, sementara Samarinda menghadapi persoalan kelebihan kapasitas sekolah yang menyebabkan satu sekolah harus melayani dua kecamatan sekaligus.

Komisi IV menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal persoalan ini dan meminta pemerintah provinsi menata kembali perencanaan pendidikan secara lebih realistis dan berjangka panjang.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif

16 Juli 2026 - 12:00 WITA

Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

15 Juli 2026 - 13:00 WITA

Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi

14 Juli 2026 - 18:00 WITA

Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

14 Juli 2026 - 14:00 WITA

Job Fair Kukar 2026 Catat 1.176 Pelamar, Pemkab Fokus Perkecil Kesenjangan Kompetensi Pencari Kerja

14 Juli 2026 - 13:00 WITA

Masuk Tahap Kasasi, Kuasa Hukum Ernie Minta KY dan Bawas MA Awasi Sengketa Lahan Samarinda

14 Juli 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH