Menu

Mode Gelap
Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

BERITA DAERAH · 6 Des 2025 01:39 WITA ·

KRISIS FASILITAS PENDIDIKAN MENENGAH, KOMISI IV DPRD KALTIM SEBUT SITUASI SUDAH MASUK FASE DARURAT


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (istimewa) Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (istimewa)

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas pendidikan menengah di berbagai daerah telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mengemuka setelah lembaga legislatif menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk membahas kapasitas sekolah yang semakin menurun.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan bahwa pemerintah belum memiliki peta jalan jangka panjang yang benar-benar matang dalam merespons kebutuhan fasilitas pendidikan. Menurutnya, pertumbuhan jumlah peserta didik jauh melampaui pembangunan sekolah baru.

Ia menekankan bahwa kebijakan zonasi turut memperburuk masalah karena banyak siswa akhirnya tidak dapat mengakses sekolah terdekat.
Banyak siswa harus menempuh jarak belasan kilometer hanya untuk masuk sekolah negeri. Ini menandakan sistem saat ini sudah tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan, ujar Andi Satya.

Komisi IV juga menyoroti fakta bahwa hambatan administrasi menjadi salah satu faktor utama lambatnya pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Banyak rencana pembangunan tidak dapat berjalan karena status lahan belum jelas atau dokumen legalitasnya belum lengkap.

Di tengah upaya penataan, daerah seperti Balikpapan menjadi wilayah yang paling mendesak membutuhkan USB tingkat SMA, sementara Samarinda menghadapi persoalan kelebihan kapasitas sekolah yang menyebabkan satu sekolah harus melayani dua kecamatan sekaligus.

Komisi IV menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal persoalan ini dan meminta pemerintah provinsi menata kembali perencanaan pendidikan secara lebih realistis dan berjangka panjang.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas

6 Mei 2026 - 09:30 WITA

Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah

5 Mei 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital

5 Mei 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret

5 Mei 2026 - 16:00 WITA

PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

5 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Kukar Terima Aksi Ratusan Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf

4 Mei 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH