Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda Oknum Satpam Pasar di Samboja Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 4 Mei 2026 16:00 WITA ·

Massa Aliansi Ormas Kepung DPRD Kukar, Desak Ketua DPRD Mundur


 Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah yakni Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang, menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah yakni Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang, menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Aksi ini membawa sejumlah tuntutan, termasuk desakan agar Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mundur dari jabatannya.

Massa yang terdiri dari Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang menilai sejumlah kebijakan dan pernyataan pimpinan DPRD tidak berpihak kepada masyarakat.

Dalam orasinya, mereka menolak penertiban di kawasan Tahura Bukit Soeharto yang dinilai berpotensi menggusur warga tanpa solusi yang adil.

“Kami menolak penggusuran tanpa solusi manusiawi,” tegas Jenderal Lapangan, Hebby Nurlan Arafat.

Massa juga menyoroti penggunaan aula DPRD oleh Ormas GRIB Jaya yang disebut belum memiliki izin resmi dan belum terdaftar di Kesbangpol Kukar.

“Fasilitas negara harus netral,” ujar Hebby.

Selain itu, aliansi mengecam pernyataan yang dinilai menyudutkan ormas serta menolak wacana pelemahan demokrasi, termasuk pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Mereka juga mendesak transparansi pengelolaan APBD 2026 dan mengkritik wacana penggunaan masjid sebagai tempat menginap saat perjalanan dinas.

Hebby menegaskan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang dan berpotensi memicu konflik di masyarakat.

“Aksi ini bentuk kekecewaan kami,” katanya singkat.

Sementara itu, aspirasi massa disebut telah diterima Ketua Fraksi PDIP, Sugeng, dan akan ditindaklanjuti ke DPP PDIP di Jakarta.

Di akhir aksi, massa kembali menegaskan tuntutan agar Ahmad Yani mundur demi menjaga marwah lembaga dan memulihkan kepercayaan publik.

“Kami minta Ketua DPRD mundur,” tegas Hebby.

Aliansi berharap ke depan pimpinan DPRD Kukar dapat lebih bijak serta berpihak pada masyarakat dan nilai-nilai adat di Kalimantan Timur.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda

18 Juni 2026 - 16:00 WITA

Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

18 Juni 2026 - 14:00 WITA

ALFI Kaltim Dorong Penataan Pergudangan Teuku Umar Cegah Kecelakaan Truk Gandeng

18 Juni 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar

18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Uji Publik Raperda Pemakaman Umum, DPRD Samarinda Dorong Partisipasi Masyarakat

18 Juni 2026 - 11:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Kebutuhan Pemakaman Kian Mendesak

17 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH