Menu

Mode Gelap
DPRD Kukar Terima Aksi Ratusan Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf Massa Aliansi Ormas Kepung DPRD Kukar, Desak Ketua DPRD Mundur DPRD Samarinda Ingatkan BPJS Tak Boleh Nonaktif Sepihak, Akses Kesehatan Harus Terjamin Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Kekerasan Seksual Marak, DPRD Samarinda Tekankan Peran Keluarga dan Penegakan Hukum Tegas

BERITA DAERAH · 4 Mei 2026 16:00 WITA ·

Massa Aliansi Ormas Kepung DPRD Kukar, Desak Ketua DPRD Mundur


 Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah yakni Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang, menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah yakni Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang, menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Aksi ini membawa sejumlah tuntutan, termasuk desakan agar Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mundur dari jabatannya.

Massa yang terdiri dari Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang menilai sejumlah kebijakan dan pernyataan pimpinan DPRD tidak berpihak kepada masyarakat.

Dalam orasinya, mereka menolak penertiban di kawasan Tahura Bukit Soeharto yang dinilai berpotensi menggusur warga tanpa solusi yang adil.

“Kami menolak penggusuran tanpa solusi manusiawi,” tegas Jenderal Lapangan, Hebby Nurlan Arafat.

Massa juga menyoroti penggunaan aula DPRD oleh Ormas GRIB Jaya yang disebut belum memiliki izin resmi dan belum terdaftar di Kesbangpol Kukar.

“Fasilitas negara harus netral,” ujar Hebby.

Selain itu, aliansi mengecam pernyataan yang dinilai menyudutkan ormas serta menolak wacana pelemahan demokrasi, termasuk pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Mereka juga mendesak transparansi pengelolaan APBD 2026 dan mengkritik wacana penggunaan masjid sebagai tempat menginap saat perjalanan dinas.

Hebby menegaskan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang dan berpotensi memicu konflik di masyarakat.

“Aksi ini bentuk kekecewaan kami,” katanya singkat.

Sementara itu, aspirasi massa disebut telah diterima Ketua Fraksi PDIP, Sugeng, dan akan ditindaklanjuti ke DPP PDIP di Jakarta.

Di akhir aksi, massa kembali menegaskan tuntutan agar Ahmad Yani mundur demi menjaga marwah lembaga dan memulihkan kepercayaan publik.

“Kami minta Ketua DPRD mundur,” tegas Hebby.

Aliansi berharap ke depan pimpinan DPRD Kukar dapat lebih bijak serta berpihak pada masyarakat dan nilai-nilai adat di Kalimantan Timur.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Terima Aksi Ratusan Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf

4 Mei 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan BPJS Tak Boleh Nonaktif Sepihak, Akses Kesehatan Harus Terjamin

4 Mei 2026 - 15:00 WITA

Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

4 Mei 2026 - 14:00 WITA

Kekerasan Seksual Marak, DPRD Samarinda Tekankan Peran Keluarga dan Penegakan Hukum Tegas

4 Mei 2026 - 13:00 WITA

Tambang Terhenti, Warga Muara Jawa Desak Izin Segera Terbit

4 Mei 2026 - 11:00 WITA

PWI Kukar Latih Jurnalistik Warga Desa Kersik, Dorong Informasi Akurat dan Promosi Potensi Lokal

4 Mei 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH