Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

BERITA DAERAH · 4 Mei 2026 16:00 WITA ·

Massa Aliansi Ormas Kepung DPRD Kukar, Desak Ketua DPRD Mundur


 Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah yakni Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang, menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah yakni Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang, menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ratusan massa dari Aliansi Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (4/5/2026). Aksi ini membawa sejumlah tuntutan, termasuk desakan agar Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mundur dari jabatannya.

Massa yang terdiri dari Remaong Koetai Berjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang menilai sejumlah kebijakan dan pernyataan pimpinan DPRD tidak berpihak kepada masyarakat.

Dalam orasinya, mereka menolak penertiban di kawasan Tahura Bukit Soeharto yang dinilai berpotensi menggusur warga tanpa solusi yang adil.

“Kami menolak penggusuran tanpa solusi manusiawi,” tegas Jenderal Lapangan, Hebby Nurlan Arafat.

Massa juga menyoroti penggunaan aula DPRD oleh Ormas GRIB Jaya yang disebut belum memiliki izin resmi dan belum terdaftar di Kesbangpol Kukar.

“Fasilitas negara harus netral,” ujar Hebby.

Selain itu, aliansi mengecam pernyataan yang dinilai menyudutkan ormas serta menolak wacana pelemahan demokrasi, termasuk pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Mereka juga mendesak transparansi pengelolaan APBD 2026 dan mengkritik wacana penggunaan masjid sebagai tempat menginap saat perjalanan dinas.

Hebby menegaskan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang dan berpotensi memicu konflik di masyarakat.

“Aksi ini bentuk kekecewaan kami,” katanya singkat.

Sementara itu, aspirasi massa disebut telah diterima Ketua Fraksi PDIP, Sugeng, dan akan ditindaklanjuti ke DPP PDIP di Jakarta.

Di akhir aksi, massa kembali menegaskan tuntutan agar Ahmad Yani mundur demi menjaga marwah lembaga dan memulihkan kepercayaan publik.

“Kami minta Ketua DPRD mundur,” tegas Hebby.

Aliansi berharap ke depan pimpinan DPRD Kukar dapat lebih bijak serta berpihak pada masyarakat dan nilai-nilai adat di Kalimantan Timur.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Teras Samarinda Bakal Diperluas hingga Tempekong, DPRD Dorong Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Mahakam

15 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Raperda Pencegahan Kebakaran Samarinda Masuk Tahap Harmonisasi, Damkar Bakal Diperkuat Kewenangannya

15 Oktober 2026 - 17:00 WITA

TPG Guru SDN Filial Loa Kumbar Terkendala Data, DPRD Samarinda Dorong Pemekaran Sekolah

15 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH