Menu

Mode Gelap
OJK Percepat Pembangunan Kantor di IKN, Dukung Terbentuknya Pusat Ekonomi Baru Nusantara Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

BERITA DAERAH · 15 Sep 2025 14:15 WITA ·

Nelayan Muda di Muara Muntai Ditemukan Meninggal Tergantung di Danau Melintang


 Polisi dan warga melakukan evakuasi jasad seorang nelayan muda yang sudah tinggal tulang dan kulit. (Foto. Dok: Polsek Muara Muntai) Perbesar

Polisi dan warga melakukan evakuasi jasad seorang nelayan muda yang sudah tinggal tulang dan kulit. (Foto. Dok: Polsek Muara Muntai)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Warga Desa Jantur Baru, Kecamatan Muara Muntai, digemparkan dengan penemuan mayat seorang nelayan muda yang sudah tinggal tulang dan kulit di kawasan Perairan Danau Melintang, tepatnya di Daerah Jingga 2, pada Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 07.00 WITA.

Korban diketahui bernama Muhammad Noor (21), warga Desa Jantur Baru RT 09, Kecamatan Muara Muntai. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak 10 Agustus 2025 ketika pergi mencari ikan di Danau Jempang.

Penemuan berawal dari seorang nelayan bernama Jasnan, yang saat mencari ikan di Danau Jempang mencium bau menyengat. Setelah ditelusuri, ia mendapati sesosok tubuh tergantung di dahan pohon dengan leher terikat sabuk hitam. Kondisi jasad sudah membusuk hingga tinggal kulit dan tulang.

Di sekitar lokasi, ditemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, yakni pakaian berwarna hitam abu-abu, sebuah parang, dan senter. Barang-barang tersebut kemudian dikenali langsung oleh Asdi, ayah korban, sebagai milik anaknya.

Kapolsek Muara Muntai, Iptu Wahid, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya bersama tim Puskesmas Muara Muntai dan warga setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Setelah dicocokkan dengan barang-barang pribadi, pihak keluarga meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Noor,” jelas Iptu Wahid, Senin (15/9/2025).

Keluarga korban, melalui ayahnya, Asdi, menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan musibah. Mereka menolak dilakukannya otopsi dan membuat surat pernyataan resmi.

Jenazah kemudian dimandikan secara syariat (fardu kifayah), dikafani, disalatkan di rumah duka, dan dimakamkan pada sore harinya sekitar pukul 16.00 WITA.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH