KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya. Untuk memperluas manfaat tersebut, Otorita IKN terus mendorong kolaborasi antardaerah melalui konsep Greater Nusantara yang mengintegrasikan pembangunan kawasan metropolitan.
Hal itu dibahas dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk Regional Collaboration for Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy) dan Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari The University of Tokyo dan Toyo University untuk berbagi pengalaman pembangunan kawasan metropolitan di berbagai negara.
Salah satu materi yang dibahas adalah Nara Model dari Jepang, yakni pola kerja sama antarpemerintah daerah yang fleksibel sesuai kebutuhan, seperti di bidang transportasi, logistik, tenaga kerja, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi. Forum juga mengulas pengalaman Emilia-Romagna di Italia yang berhasil menghubungkan kebutuhan pasar global dengan inovasi UMKM lokal melalui kolaborasi regional.
Sejak pembangunan IKN dimulai, dampak ekonomi mulai terlihat di wilayah sekitar. Kajian Dampak Ekonomi melalui fasilitas Pendukung Penerapan Skema Pendanaan (PPSP) menunjukkan Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen dan penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0,45 persen dibandingkan sebelum pembangunan IKN. Sementara itu, Balikpapan menjadi gerbang investasi utama, sedangkan Samarinda dan Kutai Kartanegara turut memperoleh manfaat dari efek limpahan pembangunan.
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Nusantara sangat bergantung pada sinergi dengan daerah-daerah di sekitarnya.
“Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara,” ujar Pungky.
Ia menjelaskan, konsep Tri-City Development Plan (TCDP) kemudian berkembang menjadi Greater Nusantara yang mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Wilayah-wilayah tersebut memiliki keterkaitan strategis sebagai penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan, hingga simpul logistik dan industri.
Profesor Norihisa Shima dari Toyo University menilai kolaborasi antardaerah menjadi kunci agar manfaat pembangunan IKN semakin besar.
“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar. Karena itu, setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing yang saling terintegrasi,” katanya.
Sementara itu, Profesor Fumihiko Seta dari The University of Tokyo mengaku terkesan dengan perkembangan Nusantara dan menilai pengelolaan kawasan metropolitan yang baik akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.
“Saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” ujarnya.
Melalui konsep Greater Nusantara, Otorita IKN berharap pembangunan tidak hanya menjadikan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026












