Menu ✖

Mode Gelap
Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Sukarela Tinggalkan Kawasan Tahura Bukit Soeharto ITS Juara Umum KRTI 2026 di IKN, Dominasi Dua Divisi dan Bawa Pulang Piala Danadyaksa Dirgantara

BERITA DAERAH · 13 Feb 2026 08:00 WITA ·

Pelipur Lara Di Temindung, Petala Borneo Hidupkan Nafas Musik Tradisi


 Penampilan Petala Borneo Indonesia dalam pertunjukan bertajuk “Malam Pelipur Lara” di Temindung Creative Hub, Samarinda, Rabu (11/2/2026) malam. Dok: Petala Borneo Indonesia. Perbesar

Penampilan Petala Borneo Indonesia dalam pertunjukan bertajuk “Malam Pelipur Lara” di Temindung Creative Hub, Samarinda, Rabu (11/2/2026) malam. Dok: Petala Borneo Indonesia.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Nuansa hangat dan syahdu menyelimuti Temindung Creative Hub, Samarinda, Rabu (11/2/2026) malam. Alunan musik tradisi yang berpadu sentuhan modern membawa penonton larut dalam pertunjukan bertajuk “Malam Pelipur Lara”, karya yang digagas Founder Petala Borneo Indonesia, Ahmad Fauzi, atau Ozi.

Nama “Pelipur Lara” diambil dari salah satu lagu Petala yang sarat pesan kehidupan. Melalui karya itu, Ozi ingin mengajak pendengar melihat hidup dengan lebih ringan dan penuh keikhlasan, karena setiap perjalanan manusia telah memiliki jalannya masing-masing.

“Pesannya sederhana, hidup tidak perlu terlalu dibebani. Ada hal-hal yang memang harus kita jalani dengan ikhlas,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Konser ini lahir dari keinginan lama Petala untuk memiliki ruang ekspresi yang lebih bebas. Selama ini, mereka lebih sering tampil dalam panggung undangan dan festival, yang dinilai belum sepenuhnya memberi ruang untuk menyampaikan identitas dan gagasan musikal mereka.

Lebih dari sekadar pertunjukan, malam itu juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus edukasi. Ozi menegaskan, musik tradisi masih memiliki peluang besar untuk bertahan dan berkembang, bahkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada minimnya potensi, melainkan kurangnya keberanian untuk mengeksekusi ide. Padahal, Kalimantan Timur memiliki kekayaan musikal yang beragam, mulai dari nuansa kemelayuan, budaya Dayak, hingga tradisi Kesultanan.

“Kita punya identitas sendiri. Tinggal bagaimana mengolahnya dengan pendekatan masa kini,” katanya.

Perlahan, upaya itu mulai menunjukkan hasil. Beberapa karya Petala kini telah dikenal di luar Kalimantan, bahkan dinyanyikan kembali oleh musisi di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Petala juga memperkenalkan materi menuju album kedua mereka. Dari sepuluh lagu yang dibawakan, sebagian telah dirilis di platform digital, sementara sisanya masih dalam proses produksi.

Bagi Ozi, karya adalah jembatan yang memperkenalkan seniman kepada dunia. Karena itu, ia berharap “Malam Pelipur Lara” dapat menjadi pengingat bahwa musik tradisi bukan sekadar warisan, melainkan kekuatan yang terus hidup selama ada generasi yang mau bergerak dan berkarya.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Karang Taruna Kaltim Perkuat Dukungan Relawan Karhutla, Posko dan Logistik Disalurkan

21 September 2026 - 14:00 WITA

Bupati Kukar Pastikan Dukungan untuk Relawan Karhutla di Tenggarong Terus Diperkuat

21 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH