Menu

Mode Gelap
OJK Percepat Pembangunan Kantor di IKN, Dukung Terbentuknya Pusat Ekonomi Baru Nusantara Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

BERITA DAERAH · 29 Mei 2025 10:15 WITA ·

Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia


 Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Setelah upaya pencarian selama dua hari, Tim Penyelamatan Gabungan akhirnya menemukan bocah berinisial MS (13), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam di wilayah Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tengggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

MS ditemukan pada Kamis (29/05/2025) pagi pukul 09.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal bocah 13 tersebut tenggelam, tepat di area Pelabuhan Ferry Loa Tebu.

“Setelah dua hari pencarian intensif, akhirnya MS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujar Kepada Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.

“Atas permintaan keluarga, jenazah MS bocah 13 tahun itu langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” singkat Fida Hurasani.

Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berinisial MS (13) dikabarkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (27/05/2025) sore.

Kejadian itu bermula pada saat MS bersama 4 orang temannya sedang berenang di keramba milik warga setempat.

Selanjutnnya, salah seorang teman MS mengajak rekan lainnya untuk melakukan aksi terjun ke Sungai Mahakam dengan gaya terjun tiruk.

Pada saat giliran MS untuk terjun, dua orang temannya mendengar suara benturan yang diduga mengenai drum keramba.

Setelah itu, mereka pun menunggu MS untuk muncul ke permukaan. Namun MS pun tidak kunjung muncul di permukaan air.

Melihat hal tersebut, salah seorang teman MS segera melaporkan kejadian itu kepada warga setempat bernama Ricky Wahyudi.

Setelah menerima kabar tersebut, Ricky Wahyudi pun langsung menuju lokasi belakang keramba, dan memanggil orang tua Muhammad Salman bernama Sulaiman.

Tidak menunggu lama, setelah ditiba di lokasi Sulaiman pun langsung terjun ke Sungai Mahakam untuk mencari sang buah hati.

Meski sudah mencari didalam air, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil dan MS tidak ditemukan.

 

Pewarta : Ghina A
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH