Menu

Mode Gelap
Half Marathon Perdana di IKN Sukses Digelar, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Inti Nusantara Danis Sumadilaga Beberkan Strategi Besar Pembangunan IKN, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Integritas Otorita IKN Tegas Berantas Aktivitas Ilegal, Tambang dan Perambahan Hutan Jadi Perhatian Serius Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Bersinergi di IKN, Siapkan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045 Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

BERITA DAERAH · 29 Mei 2025 10:15 WITA ·

Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia


 Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Setelah upaya pencarian selama dua hari, Tim Penyelamatan Gabungan akhirnya menemukan bocah berinisial MS (13), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam di wilayah Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tengggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

MS ditemukan pada Kamis (29/05/2025) pagi pukul 09.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal bocah 13 tersebut tenggelam, tepat di area Pelabuhan Ferry Loa Tebu.

“Setelah dua hari pencarian intensif, akhirnya MS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujar Kepada Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.

“Atas permintaan keluarga, jenazah MS bocah 13 tahun itu langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” singkat Fida Hurasani.

Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berinisial MS (13) dikabarkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (27/05/2025) sore.

Kejadian itu bermula pada saat MS bersama 4 orang temannya sedang berenang di keramba milik warga setempat.

Selanjutnnya, salah seorang teman MS mengajak rekan lainnya untuk melakukan aksi terjun ke Sungai Mahakam dengan gaya terjun tiruk.

Pada saat giliran MS untuk terjun, dua orang temannya mendengar suara benturan yang diduga mengenai drum keramba.

Setelah itu, mereka pun menunggu MS untuk muncul ke permukaan. Namun MS pun tidak kunjung muncul di permukaan air.

Melihat hal tersebut, salah seorang teman MS segera melaporkan kejadian itu kepada warga setempat bernama Ricky Wahyudi.

Setelah menerima kabar tersebut, Ricky Wahyudi pun langsung menuju lokasi belakang keramba, dan memanggil orang tua Muhammad Salman bernama Sulaiman.

Tidak menunggu lama, setelah ditiba di lokasi Sulaiman pun langsung terjun ke Sungai Mahakam untuk mencari sang buah hati.

Meski sudah mencari didalam air, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil dan MS tidak ditemukan.

 

Pewarta : Ghina A
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

9 Mei 2026 - 13:00 WITA

Dishub Samarinda Tegaskan Penertiban Parkir Pelajar Demi Keselamatan di Jalan Raya

9 Mei 2026 - 12:00 WITA

Viktor Yuan Minta Dishub Bijak Tertibkan Kendaraan Pelajar di Area Rumah Warga

9 Mei 2026 - 11:00 WITA

Viktor Yuan Minta Revitalisasi Pasar Segiri Dipersiapkan Matang

9 Mei 2026 - 10:00 WITA

Viktor Yuan Nilai KalaFest 2026 Jadi Ajang Strategis Promosi UMKM Kaltim

9 Mei 2026 - 09:00 WITA

Bupati Kukar Lantik 19 Pejabat, Tekankan Reformasi ASN dan Layanan Kesehatan 24 Jam

8 Mei 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH