Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 1 Okt 2025 09:15 WITA ·

Rendi Solihin: APBD-P 2025 Kukar Hanya Pergeseran Anggaran, Tanpa Proyek Baru


 Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang paripurna pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Selasa (30/9/2025) malam. (M. Fikri Khairi/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang paripurna pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Selasa (30/9/2025) malam. (M. Fikri Khairi/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 tidak memunculkan program baru, khususnya di sektor infrastruktur. Menurutnya, perubahan APBD kali ini hanya bersifat pergeseran anggaran, sementara seluruh program yang telah tertuang dalam APBD murni tetap berjalan.

“Di perubahan ini tidak ada penambahan agenda infrastruktur baru, semua hanya pergeseran. Dan yang paling ditunggu adalah pencairan beasiswa,” ungkap Rendi, Selasa (30/9/2025) malam.

Rendi menekankan bahwa beasiswa daerah menjadi perhatian utama pemerintah. Saat ini, sekitar 4.000 mahasiswa penerima beasiswa Kukar masih menunggu pencairan, bahkan sebagian sudah menghadapi kendala biaya hidup.

“Banyak mahasiswa yang kosnya menunggak, ada yang belum bisa bayar penuh, dan kondisinya cukup berat. Setelah DPA keluar, beasiswa bisa segera dicairkan,” jelasnya.

Menanggapi pandangan fraksi-fraksi DPRD, Rendi sepakat dengan dorongan untuk menggali lebih banyak potensi daerah. Ia menilai, Kukar tidak bisa terus bergantung pada pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan batu bara.

“Kami setuju potensi Kukar harus digali lebih dalam. Teman-teman DPRD punya banyak ide bagus, dan itu penting agar kita tidak hanya bergantung pada sumber yang sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan melalui inovasi dan gagasan baru. “Bukan soal siapa yang duduk di perusda atau berapa besar modalnya, tapi inovasi yang kita butuhkan. Ide-ide dari DPRD juga sangat berharga,” tambahnya.

Rendi mengingatkan, kondisi keuangan Kukar akan semakin menantang akibat kebijakan pemerintah pusat terkait DBH. Jika sebelumnya perputaran uang di Kukar bisa lebih dari Rp10 triliun, tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp5 triliun.

“Kita sudah merasakan dampaknya sekarang. Tahun depan mungkin hanya separuhnya. Ini pasti akan berpengaruh pada perekonomian dan inflasi daerah,” pungkasnya.

 

Pewarta : M. Fikri Khairi
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH