Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 1 Okt 2025 09:15 WITA ·

Rendi Solihin: APBD-P 2025 Kukar Hanya Pergeseran Anggaran, Tanpa Proyek Baru


 Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang paripurna pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Selasa (30/9/2025) malam. (M. Fikri Khairi/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang paripurna pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Selasa (30/9/2025) malam. (M. Fikri Khairi/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 tidak memunculkan program baru, khususnya di sektor infrastruktur. Menurutnya, perubahan APBD kali ini hanya bersifat pergeseran anggaran, sementara seluruh program yang telah tertuang dalam APBD murni tetap berjalan.

“Di perubahan ini tidak ada penambahan agenda infrastruktur baru, semua hanya pergeseran. Dan yang paling ditunggu adalah pencairan beasiswa,” ungkap Rendi, Selasa (30/9/2025) malam.

Rendi menekankan bahwa beasiswa daerah menjadi perhatian utama pemerintah. Saat ini, sekitar 4.000 mahasiswa penerima beasiswa Kukar masih menunggu pencairan, bahkan sebagian sudah menghadapi kendala biaya hidup.

“Banyak mahasiswa yang kosnya menunggak, ada yang belum bisa bayar penuh, dan kondisinya cukup berat. Setelah DPA keluar, beasiswa bisa segera dicairkan,” jelasnya.

Menanggapi pandangan fraksi-fraksi DPRD, Rendi sepakat dengan dorongan untuk menggali lebih banyak potensi daerah. Ia menilai, Kukar tidak bisa terus bergantung pada pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan batu bara.

“Kami setuju potensi Kukar harus digali lebih dalam. Teman-teman DPRD punya banyak ide bagus, dan itu penting agar kita tidak hanya bergantung pada sumber yang sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan melalui inovasi dan gagasan baru. “Bukan soal siapa yang duduk di perusda atau berapa besar modalnya, tapi inovasi yang kita butuhkan. Ide-ide dari DPRD juga sangat berharga,” tambahnya.

Rendi mengingatkan, kondisi keuangan Kukar akan semakin menantang akibat kebijakan pemerintah pusat terkait DBH. Jika sebelumnya perputaran uang di Kukar bisa lebih dari Rp10 triliun, tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp5 triliun.

“Kita sudah merasakan dampaknya sekarang. Tahun depan mungkin hanya separuhnya. Ini pasti akan berpengaruh pada perekonomian dan inflasi daerah,” pungkasnya.

 

Pewarta : M. Fikri Khairi
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH