Menu

Mode Gelap
10 Kali Water Bombing Digelar, Karhutla di Sekitar IKN Mulai Mereda Karhutla Mengancam IKN, Helikopter Caracal Disiapkan untuk Water Bombing Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan 11 Orangutan Yatim Piatu Dievakuasi Saat Karhutla Terjang KHDTK Samboja Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

BERITA DAERAH · 20 Apr 2026 20:00 WITA ·

Samarinda Bersiap Terapkan WFH Bertahap, DPRD Tekankan Efisiensi dan Kualitas Layanan


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mendorong penerapan skema work from home (WFH) secara bertahap di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap pola kerja modern dan digitalisasi. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mendorong penerapan skema work from home (WFH) secara bertahap di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap pola kerja modern dan digitalisasi. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mendorong penerapan skema work from home (WFH) secara bertahap di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap pola kerja modern dan digitalisasi.

Ia menyebut, sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa, bahkan pada hari tertentu seperti Jumat. Dari hasil kunjungan kerjanya, Samri melihat aktivitas perkantoran di beberapa daerah relatif sepi karena pegawai bekerja dari rumah.

“Ke depan Samarinda juga akan mengarah ke sana. Tapi perlu dipahami, WFH ini bukan berarti libur. Pegawai tetap bekerja sesuai jam kerja, hanya lokasi kerjanya yang berbeda,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Menurut Samri, penerapan WFH berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran. Berkurangnya aktivitas di kantor dinilai dapat menekan penggunaan listrik dan biaya operasional lainnya.

“Kalau pegawai bekerja dari rumah, penggunaan AC, lampu, dan listrik di kantor bisa dikurangi. Ini tentu berdampak pada efisiensi biaya,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan ini juga dinilai memberi manfaat bagi pegawai, terutama dalam mengurangi biaya transportasi dan waktu tempuh, sekaligus membantu mengurai kemacetan di Kota Samarinda.

“Mobilitas berkurang, jalan jadi lebih lengang. Ini bisa membantu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di hari kerja,” tambahnya.

Meski demikian, Samri menegaskan penerapan WFH harus melalui evaluasi untuk mengukur efektivitasnya. Ia menilai tidak semua jenis pekerjaan cocok dengan sistem tersebut.

“Pekerjaan administratif paling memungkinkan dilakukan secara daring karena sekarang semua sudah terdigitalisasi, mulai dari undangan hingga dokumen,” terangnya.

Namun, ia mengingatkan sektor pelayanan publik tetap harus berjalan normal di kantor karena membutuhkan interaksi langsung dengan masyarakat.

“Kalau pelayanan, tentu harus tetap tatap muka. Masyarakat butuh respon cepat dan kepastian,” tegasnya.

Ia menambahkan, penerapan WFH harus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan, agar tidak mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Panen Raya Jagung di Loa Janan Ilir, Polresta Samarinda Perkuat Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 12:00 WITA

Porprov VIII Kaltim Tetap Digelar, 59 Cabor dan 1.014 Nomor Dipertandingkan di Paser

3 September 2026 - 11:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH