Menu

Mode Gelap
Blukar 2026 Resmi Digelar, Off-Roader Jelajah Alam Kukar Hingga Tabang DPRD Samarinda Tegaskan Pengawasan Ketat Dapur MBG, Cegah Keracunan Makanan Pansus II DPRD Samarinda Fokus Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Masih Tahap Penguatan Data KPU Se-Indonesia Perkuat Koordinasi di IKN, Bahas Dapil Khusus Pemilu 2029 IKN Perkuat Kolaborasi Konstruksi, Tekankan Inovasi dan Kualitas Pembangunan

BERITA DAERAH · 20 Apr 2026 20:00 WITA ·

Samarinda Bersiap Terapkan WFH Bertahap, DPRD Tekankan Efisiensi dan Kualitas Layanan


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mendorong penerapan skema work from home (WFH) secara bertahap di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap pola kerja modern dan digitalisasi. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mendorong penerapan skema work from home (WFH) secara bertahap di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap pola kerja modern dan digitalisasi. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mendorong penerapan skema work from home (WFH) secara bertahap di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap pola kerja modern dan digitalisasi.

Ia menyebut, sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa, bahkan pada hari tertentu seperti Jumat. Dari hasil kunjungan kerjanya, Samri melihat aktivitas perkantoran di beberapa daerah relatif sepi karena pegawai bekerja dari rumah.

“Ke depan Samarinda juga akan mengarah ke sana. Tapi perlu dipahami, WFH ini bukan berarti libur. Pegawai tetap bekerja sesuai jam kerja, hanya lokasi kerjanya yang berbeda,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Menurut Samri, penerapan WFH berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran. Berkurangnya aktivitas di kantor dinilai dapat menekan penggunaan listrik dan biaya operasional lainnya.

“Kalau pegawai bekerja dari rumah, penggunaan AC, lampu, dan listrik di kantor bisa dikurangi. Ini tentu berdampak pada efisiensi biaya,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan ini juga dinilai memberi manfaat bagi pegawai, terutama dalam mengurangi biaya transportasi dan waktu tempuh, sekaligus membantu mengurai kemacetan di Kota Samarinda.

“Mobilitas berkurang, jalan jadi lebih lengang. Ini bisa membantu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di hari kerja,” tambahnya.

Meski demikian, Samri menegaskan penerapan WFH harus melalui evaluasi untuk mengukur efektivitasnya. Ia menilai tidak semua jenis pekerjaan cocok dengan sistem tersebut.

“Pekerjaan administratif paling memungkinkan dilakukan secara daring karena sekarang semua sudah terdigitalisasi, mulai dari undangan hingga dokumen,” terangnya.

Namun, ia mengingatkan sektor pelayanan publik tetap harus berjalan normal di kantor karena membutuhkan interaksi langsung dengan masyarakat.

“Kalau pelayanan, tentu harus tetap tatap muka. Masyarakat butuh respon cepat dan kepastian,” tegasnya.

Ia menambahkan, penerapan WFH harus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan, agar tidak mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Blukar 2026 Resmi Digelar, Off-Roader Jelajah Alam Kukar Hingga Tabang

24 April 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Tegaskan Pengawasan Ketat Dapur MBG, Cegah Keracunan Makanan

24 April 2026 - 17:00 WITA

Pansus II DPRD Samarinda Fokus Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Masih Tahap Penguatan Data

24 April 2026 - 16:00 WITA

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Aksi, Dorong Respons Cepat dan Dialog Terbuka

23 April 2026 - 17:30 WITA

Proses PAW NasDem di DPRD Kaltim Hampir Rampung, Celni: Tinggal Tunggu Persetujuan Pusat

23 April 2026 - 17:00 WITA

DPRD Nilai Kerusakan Teras Samarinda Pasca Aksi Masih Ringan, Minta Perbaikan Dipercepat

23 April 2026 - 16:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH