Menu

Mode Gelap
Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

BERITA DAERAH · 21 Apr 2026 09:30 WITA ·

Samri Ingatkan Makna Hari Kartini Harus Tetap Proporsional


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menekankan pentingnya memahami peringatan Hari Kartini secara proporsional serta tidak keluar dari nilai dasar perjuangan perempuan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menekankan pentingnya memahami peringatan Hari Kartini secara proporsional serta tidak keluar dari nilai dasar perjuangan perempuan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menekankan pentingnya memahami peringatan Hari Kartini secara proporsional dan tidak keluar dari nilai dasar perjuangan perempuan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026), Samri menyampaikan bahwa semangat emansipasi yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kerap dimaknai kurang tepat di tengah masyarakat.

“Kalau semua hal dikaitkan dengan Kartini tanpa melihat konteksnya, itu bisa melenceng dari makna awal perjuangan beliau,” ujarnya.

Ia menilai, tidak semua aktivitas perempuan di ruang publik dapat langsung dianggap sebagai representasi perjuangan Kartini. Pemahaman yang terlalu luas justru berpotensi mengaburkan esensi perjuangan tersebut.

Menurut Samri, perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga, khususnya sebagai pendidik utama dalam membentuk karakter dan masa depan generasi.

“Perempuan punya peran penting dalam mencetak generasi muda. Peran ini tidak boleh diabaikan,” katanya.

Ia juga menyoroti dinamika sosial yang terjadi saat ini, di mana dalam beberapa kondisi terjadi pergeseran peran dalam keluarga. Fenomena perempuan menjadi pencari nafkah utama, sementara laki-laki tidak menjalankan tanggung jawabnya, dinilai perlu menjadi perhatian bersama.

“Perempuan boleh berkontribusi dalam ekonomi keluarga, tetapi harus tetap ada keseimbangan peran,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Kartini, Samri berharap masyarakat dapat merefleksikan nilai-nilai perjuangan perempuan secara bijak, dengan tetap menjaga harmoni dalam keluarga dan kehidupan sosial.

 

Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH