Menu

Mode Gelap
Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi DPRD Kukar Terima Aksi Ratusan Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf

IKN NUSANTARA · 1 Feb 2026 10:00 WITA ·

Satu Abad NU di IKN: Doa Kebangsaan dan Dukungan Spiritual untuk Pembangunan Nusantara


 Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur KH. Muhammad Ali Cholil memanjatkan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) atau satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur KH. Muhammad Ali Cholil memanjatkan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) atau satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA — Ribuan muslim dan muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memadati kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk memperingati Hari Lahir ke-100 NU atau satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Peringatan yang digelar pada Sabtu (31/01/2026) di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN ini menjadi momentum doa kebangsaan sekaligus simbol dukungan NU terhadap pembangunan Nusantara sebagai ibu kota masa depan Indonesia.

Acara berlangsung khidmat dengan diisi Tausiyah Kebangsaan dan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto yang juga menjabat Ketua Umum PP Pergunu PBNU. Peringatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, jajaran Pengurus Wilayah NU (PWNU) Kalimantan Timur, serta unsur TNI dan Polri.

Dalam sambutannya, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan dan toleransi menjadi ruh penting dalam membangun peradaban baru di Nusantara.

“Kami berharap Bapak dan Ibu semua dapat ikut mengisi jiwa Nusantara ini. Ke depan, IKN akan menjadi laboratorium kerukunan. Saat ini kami tengah membangun masjid negara yang berada dalam satu kompleks peribadatan bersama klenteng, basilika, dan pura sebagai wujud komitmen memelihara toleransi dan persatuan di Nusantara,” ujar Basuki.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan peran strategis NU dalam mendukung pembangunan daerah maupun pembangunan IKN ke depan. Ia berharap NU terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, stabilitas, serta harmoni sosial di Kalimantan Timur.

“NU harus terdepan dalam membangun Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara. Kami berharap kita dapat terus berdoa bersama agar Kalimantan Timur dan IKN dijauhkan dari konflik serta berbagai bencana,” tutur Seno.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur, KH. Muhammad Ali Cholil, menjelaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan satu abad NU memiliki makna simbolis yang kuat. Menurutnya, kehadiran warga NU di IKN merupakan bentuk keterlibatan umat dalam mendoakan keberhasilan pembangunan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru.

“Kami berharap seluruh warga NU yang hadir di IKN turut mendoakan agar target pencapaian Ibu Kota Politik pada tahun 2028 dapat tuntas sesuai rencana. Ke depan, kami juga menggagas peringatan Hari Santri di Masjid Negara serta kirab tongkat dan tasbih dari Jakarta ke Nusantara sebagai simbol kepemimpinan nasional yang dilandasi nilai-nilai spiritual,” ungkapnya.

Melalui peringatan satu abad NU di IKN ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pembangunan fisik dan penguatan nilai-nilai spiritual, kebangsaan, serta toleransi antarumat beragama. Doa, peran aktif ulama, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang hidup, inklusif, dan berlandaskan persatuan dalam keberagaman.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
©2026

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dirut BPJS Kesehatan Tinjau IKN, Siap Bangun Kantor Layanan Khusus

4 Mei 2026 - 10:00 WITA

Pelantikan Matra Kaltim di IKN, Basuki Tegaskan Persatuan dan Peran Adat

4 Mei 2026 - 07:00 WITA

Kunjungi IKN, PP Pelti Yakin Pemindahan Ibu Kota Segera Terwujud

3 Mei 2026 - 09:00 WITA

Hardiknas 2026, IKN Perkuat Pendidikan Untuk Wujudkan Kota Dunia dan Hapus Kemiskinan

2 Mei 2026 - 19:00 WITA

Progres IKN Tuai Pujian, Ketua Pt Kaltim: Di Luar Ekspektasi

2 Mei 2026 - 17:00 WITA

IKN Youth Forum: Generasi Muda Diajak Lawan Hoaks dan Kawal Pembangunan

1 Mei 2026 - 15:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA