KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menguatkan nilai-nilai religius melalui Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat SMP.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung LPTQ Tenggarong, dengan partisipasi 25 sekolah dari 162 SMP se-Kukar, pada Jumat (16/05/2025).
Lomba ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang telah diatur dalam Peraturan Daerah dan menjadi ciri khas pendidikan berbasis nilai di Kukar.
“MTQ ini sejalan dengan Perda GEMA. Ini bukan hanya perlombaan, tapi wujud nyata dari komitmen kita membumikan Al-Qur’an di kalangan pelajar,” ujar Plt Sekretaris Disdikbud Kukar Joko Sampurno.
Menurut Joko Sampurno, GEMA tidak hanya program simbolis, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat identitas spiritual dan karakter peserta didik.
“Kami ingin menjadikan pelajar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Inilah esensi Hardiknas yang sebenarnya,” tegasnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Meskipun hanya sebagian sekolah yang bisa ikut karena keterbatasan teknis, semangat yang ditunjukkan para siswa dan guru pendamping menggambarkan kuatnya dukungan terhadap pendidikan bernuansa keislaman di Kukar.
Joko Sampurno juga berharap ke depan partisipasi sekolah dapat ditingkatkan, serta lomba-lomba berbasis keagamaan lainnya bisa digelar secara berkelanjutan di semua jenjang pendidikan.
“Semoga GEMA bukan hanya slogan, tapi benar-benar menjadi budaya belajar dan hidup sehari-hari,” tutupnya.
MTQ ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi simbol bahwa pendidikan di Kukar berpijak pada keseimbangan antara ilmu, iman, dan akhlak. (ADV/DisdikbudKukar)
Pewarta : Indirwan Editor : Fairuz












