Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 9 Okt 2025 15:15 WITA ·

SMPN 1 Tenggarong Terapkan Transparansi Dana Bantuan, Libatkan Orang Tua dalam Pengawasan


 Rapat yang digelar di SMPN 1 Tenggarong bersama orang tua siswa. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Rapat yang digelar di SMPN 1 Tenggarong bersama orang tua siswa. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Upaya memperkuat transparansi dan kepercayaan publik di dunia pendidikan terus dilakukan SMP Negeri 1 Tenggarong. Sekolah ini melibatkan langsung para orang tua siswa dalam pengawasan dan sosialisasi penggunaan dana bantuan perlengkapan sekolah yang baru saja direalisasikan.

Keterlibatan orang tua dalam setiap tahapan penting untuk memastikan program bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai regulasi.

“Kami ingin semua proses terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, orang tua perlu tahu bagaimana dana bantuan dikelola dan digunakan,” ujar Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Husaeni, Kamis (9/10/2025).

Imam menjelaskan, pihak sekolah secara rutin menyampaikan laporan realisasi dana, baik dari program bantuan perlengkapan sekolah maupun dari sumber lainnya seperti BOS. Ia menegaskan, semua dilakukan sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.

Menurutnya, pola komunikasi yang transparan ini juga untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan di sekolah.

“Kita tidak ingin ada asumsi negatif. Prinsip kami, semua penggunaan dana harus jelas, bisa dicek, dan disampaikan secara terbuka kepada orang tua maupun dinas,” tambahnya.

Selain menjelaskan realisasi bantuan, pihak sekolah juga membuka ruang dialog bagi orang tua untuk memberikan masukan terkait kebutuhan siswa. Imam menyebut, pendekatan partisipatif ini membantu sekolah menyesuaikan kebijakan dengan kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, Plt Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil SMPN 1 Tenggarong. Menurutnya, keterbukaan sekolah menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program bantuan pendidikan di daerah.

“Inilah yang kita harapkan. Sekolah tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu membangun budaya transparansi dan akuntabilitas. Semua bisa diaudit, semua bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Emy.

Emy menambahkan, Disdikbud Kukar terus mendorong satuan pendidikan untuk mengedepankan pelibatan masyarakat dan komite sekolah dalam pengawasan keuangan, agar setiap program pemerintah berjalan sesuai koridor dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH