Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis, 58 Orang Diamankan Polisi PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

BERITA DAERAH · 17 Jun 2026 13:00 WITA ·

SP2D Online Resmi Mengaspal di Kukar, Pencairan Dana Kini Lebih Cepat dan Transparan


 Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, memberikan keterangan usai peluncuran SP2D Online. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan transparansi layanan keuangan antara pemerintah daerah dan perbankan dalam mendukung digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, memberikan keterangan usai peluncuran SP2D Online. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan transparansi layanan keuangan antara pemerintah daerah dan perbankan dalam mendukung digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Foto: Fairuzzabady.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online sebagai langkah mempercepat digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Peluncuran yang digelar di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Rabu (17/6/2026), mendapat dukungan dan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan, Direktur Bisnis dan Syariah Bank Kaltimtara Muhammad Edwin, para kepala OPD, camat, serta pejabat pengelola keuangan daerah.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan implementasi SP2D Online diharapkan mampu mempercepat sekaligus mempermudah proses layanan keuangan antara pemerintah daerah dan pihak perbankan.

“Harapan kita dengan SP2D Online ini layanan keuangan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien,” ujar Aulia.

Ia menjelaskan, sebelumnya proses pencairan dana masih dilakukan secara manual. Berkas yang telah diverifikasi di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) harus dibawa secara fisik ke bank untuk diproses lebih lanjut. Melalui sistem baru ini, seluruh proses dilakukan secara elektronik dan dapat dipantau secara real time.

Menurut Aulia, kehadiran SP2D Online membuat seluruh pihak yang terlibat dapat memonitor proses pencairan dana secara langsung tanpa harus mengandalkan dokumen fisik.

“Sekarang tidak perlu lagi membawa berkas dari BPKAD ke bank. Semua proses bisa dipantau secara online hingga dana masuk ke rekening tujuan,” jelasnya.

Aulia mengungkapkan, penerapan SP2D Online juga merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam pemeriksaan sebelumnya ditemukan adanya celah administrasi akibat penggunaan dokumen manual yang berpotensi menimbulkan perbedaan data antara berkas yang telah diverifikasi dengan dokumen yang diterima pihak perbankan.

Karena itu, BPK merekomendasikan agar Pemkab Kukar segera mengimplementasikan sistem digital guna memperkuat pengawasan dan meminimalkan risiko kesalahan administrasi.

Selain meningkatkan transparansi, digitalisasi ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan fiskal daerah. Aulia menegaskan pihaknya tidak ingin ada kegiatan yang telah dikontrakkan tetapi tidak memiliki dukungan anggaran yang memadai.

“Yang sudah diberikan DPA untuk berkontrak, kami pastikan dananya tersedia. Kami tidak ingin meninggalkan utang di akhir tahun anggaran,” tegasnya.

Ia optimistis kondisi keuangan daerah pada semester kedua akan lebih baik seiring meningkatnya transfer dari pemerintah pusat. Dengan perencanaan yang matang dan sistem yang semakin modern, pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.

Melalui penerapan SP2D Online, Pemkab Kukar berharap tata kelola keuangan daerah semakin transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan yang efektif dan profesional.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH