Menu

Mode Gelap
Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

BERITA DAERAH · 30 Mar 2026 14:00 WITA ·

TPG Tak Cair, DPRD Samarinda Sorot Ketidakadilan dan Distribusi Guru


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan kepada awak media usai rapat terkait permohonan audiensi dan fasilitasi penyelesaian Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum terbayarkan, serta persoalan mutasi dan pendistribusian guru ASN bersertifikasi, Senin (30/3/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan kepada awak media usai rapat terkait permohonan audiensi dan fasilitasi penyelesaian Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum terbayarkan, serta persoalan mutasi dan pendistribusian guru ASN bersertifikasi, Senin (30/3/2026). Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menggelar rapat membahas penyelesaian Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum terbayarkan, serta persoalan mutasi dan distribusi guru ASN bersertifikasi, Senin (30/3/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti, bersama anggota komisi dan dihadiri perwakilan Disdikbud, BKPSDM, serta guru pemohon. Dalam keterangannya, Sri Puji menyoroti adanya ketidakadilan yang dialami seorang guru ASN bersertifikasi yang TPG-nya tidak dibayarkan karena jam mengajar tidak tercatat dalam sistem.

“Padahal yang bersangkutan mengajar dan memiliki sertifikasi, tapi karena tidak masuk sistem, haknya tidak dibayarkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, persoalan ini dipicu kebijakan sekolah yang menetapkan dua mata pelajaran sebagai muatan lokal, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Kutai, yang seharusnya hanya satu sesuai aturan turunan dari SK Wali Kota.

“Seharusnya dinas langsung menindaklanjuti, bukan diserahkan ke sekolah. Akibatnya tidak sinkron dan guru dirugikan,” ujarnya.

Selain TPG, Komisi IV juga menyoroti distribusi guru yang dinilai belum optimal. Sri Puji menyebut penempatan tenaga pendidik belum memprioritaskan ASN.

“Harusnya ASN didahulukan, tapi justru non-ASN yang lebih diprioritaskan. Ini membebani sekolah dan daerah,” katanya.

Ia menambahkan, Samarinda masih kekurangan sekitar 700 guru, dengan pengurangan 100 hingga 200 tenaga pendidik setiap tahun akibat pensiun dan faktor lainnya.

“Ini perlu perencanaan matang agar kebutuhan guru dari PAUD hingga SMP terpenuhi,” ucapnya.

Di sisi lain, rencana kembalinya Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD mulai 2027–2028 juga menjadi tantangan.

“Kita masih kekurangan sekitar 200 guru Bahasa Inggris. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, ini akan jadi masalah baru,” pungkasnya.

Komisi IV DPRD Samarinda menegaskan akan terus mengawal penyelesaian persoalan ini demi menjamin kesejahteraan guru dan pemerataan kualitas pendidikan di daerah.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH