Menu

Mode Gelap
28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal

BERITA DAERAH · 15 Okt 2025 21:15 WITA ·

UMKM Kukar Didorong Angkat Nilai Budaya Lewat Pekan Kebudayaan Daerah 2025


 Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, M. Saidar. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, M. Saidar. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berdaya saing melalui pendekatan budaya. Upaya ini diwujudkan dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025, yang rencananya digelar pada 20–24 Oktober 2025 di Gedung Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur), Kelurahan Panji, Tenggarong.

Ajang kebudayaan tahunan tersebut akan memadukan pameran Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dengan promosi produk unggulan masyarakat lokal. Tujuannya, menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi dan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menyebutkan bahwa keterlibatan UMKM dalam kegiatan kebudayaan menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar produk lokal.

“Selama ini kita mengenal UMKM hanya dari sisi bisnis. Melalui PKD, kami ingin menampilkan sisi lain, bahwa produk lokal memiliki cerita dan nilai budaya yang menjadi kekuatannya,” ungkapnya, Rabu (15/10/2025).

Saidar menjelaskan, produk-produk yang akan ditampilkan mencakup hasil olahan tradisional, kerajinan tangan, hingga kuliner khas Kutai. Semua dikurasi agar mampu merepresentasikan identitas budaya masyarakat Kukar.

“Setiap karya UMKM membawa jejak sejarah dan kearifan lokal. Ini bukan sekadar promosi dagang, tetapi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya melalui aktivitas ekonomi,” tambahnya.

Disdikbud Kukar juga melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaan PKD, mulai dari lembaga pelestarian budaya, koperasi, hingga komunitas kreatif daerah. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan ekosistem baru antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi rakyat.

Selain itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan turut menampilkan permainan tradisional sebagai daya tarik pengunjung, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Menurut Saidar, PKD 2025 bukan sekadar festival seni, melainkan ruang pertemuan antara pelaku ekonomi lokal dan masyarakat luas. Hingga pertengahan Oktober, 85 persen persiapan telah selesai dilakukan, termasuk penataan stan bagi peserta UMKM.

“Kami ingin UMKM Kukar tampil percaya diri membawa identitasnya sendiri. Produk yang lahir dari budaya akan lebih kuat, lebih bernilai, dan lebih dicintai masyarakat,” pungkasnya. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH