Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 10 Sep 2025 10:15 WITA ·

Usung Filosofi Ketopong Sultan, Logo Erau 2025 Jadi Simbol Menjaga Marwah Budaya Nusantara


 Logo Erau 2025 dengan mengusung filosofi Ketopong Sultan yang menjadi simbol menjaga marwah budaya nusantara, dan sebagai simbol adat serta kekuasaan yang melekat pada sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Foto. Dok: Panitia Erau) Perbesar

Logo Erau 2025 dengan mengusung filosofi Ketopong Sultan yang menjadi simbol menjaga marwah budaya nusantara, dan sebagai simbol adat serta kekuasaan yang melekat pada sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Foto. Dok: Panitia Erau)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memperkenalkan logo Erau 2025 yang sarat makna filosofi. Logo tersebut menampilkan gambar ketopong Sultan, sebagai simbol adat dan kekuasaan yang melekat pada sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menjelaskan bahwa pemilihan ketopong sebagai ikon bukan tanpa alasan. Menurutnya, sejak awal, prosesi Erau adalah keinginan Sultan yang diwariskan turun-temurun sebagai identitas masyarakat Kutai.

“Ketopong itu simbol kekuasaan dan adat kesultanan. Erau sendiri pada dasarnya adalah prosesi sakral, di mana Sultan menjadi pusatnya. Jadi, makna logo ini menegaskan bahwa marwah adat dan budaya harus terus dijaga sebagai identitas kita,” ujar Thauhid, Selasa (9/9/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema ‘Menjaga Marwah Peradaban Nusantara’ yang diusung tahun ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak kehilangan identitas budaya. Ia menilai, ketika budaya hilang, maka identitas bangsa juga ikut memudar.

“Kalau budaya kita hilang, maka hilanglah kita dari peradaban. Identitas bangsa ini salah satunya terletak pada adat dan budaya. Inilah mengapa logo Erau 2025 sangat menekankan makna menjaga marwah peradaban,” jelasnya.

Thauhid juga menyinggung hubungan simbolik antara Erau, Kesultanan Kutai, dan momentum abad ke-21. Menurutnya, penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur pada abad ke-21 memiliki keterkaitan filosofis dengan sejarah kejayaan Kutai yang juga berada di periode ke-21 pemerintahan Sultan.

“Almarhum Sultan Parikesit dulu pernah menyampaikan lewat Pangeran Hario Besumo, bahwa pada abad ke-21 akan ada momentum besar bagi Kutai dan Nusantara. Dan ternyata benar, IKN kini ditetapkan di abad ke-21. Ini bukan kebetulan, tapi menjadi spirit bagi kita untuk mensejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, Erau tidak hanya prosesi budaya, tetapi juga wadah memperkuat persatuan bangsa. Melalui kegiatan ini, Kukar ingin menunjukkan bahwa adat dan budaya lokal adalah bagian tak terpisahkan dari peradaban Indonesia.

“Kita tidak ingin Erau hanya dimaknai sebagai pesta. Lebih dari itu, Erau adalah kekuatan untuk menjaga kondusivitas, memperkuat keutuhan NKRI, dan meneguhkan peradaban Nusantara,” pungkas Thauhid. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 181 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH