Menu

Mode Gelap
UMKM Nusantara Naik Kelas, Otorita IKN Bekali Pelaku Usaha Kelola Keuangan hingga Akses Modal Dari Papan Tulis ke Gedung DPRD, Jejak Pengabdian Ismail Latisi untuk Samarinda DPRD Samarinda Tekankan Transparansi SPMB, Minta Perencanaan Pendidikan Berbasis Data DPRD Samarinda: Eliminasi TBC 2030 Bergantung pada Kesadaran Masyarakat dan Pola Hidup Sehat DPRD Samarinda Soroti Bahaya Lubang Bekas Tambang, Minta Perusahaan Perketat Pengamanan

BERITA DAERAH · 10 Jun 2026 17:30 WITA ·

Dari Papan Tulis ke Gedung DPRD, Jejak Pengabdian Ismail Latisi untuk Samarinda


 Tidak semua legislator memulai perjalanan dari dunia politik. Bagi Ismail Latisi, S.Pd, pengabdian berawal dari ruang kelas sebagai guru dan pendidik sebelum akhirnya dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Samarinda untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Grafis: KutaiPanrita.id. Perbesar

Tidak semua legislator memulai perjalanan dari dunia politik. Bagi Ismail Latisi, S.Pd, pengabdian berawal dari ruang kelas sebagai guru dan pendidik sebelum akhirnya dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Samarinda untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Grafis: KutaiPanrita.id.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Tidak semua legislator memulai perjalanan dari dunia politik. Bagi Ismail Latisi, S.Pd, jalan pengabdian justru berawal dari ruang kelas, tempat ia bertahun-tahun mendidik generasi muda sebelum akhirnya dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Samarinda.

Pada Pemilu 2024, Ismail terpilih sebagai anggota DPRD Kota Samarinda periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda I, yang meliputi Kecamatan Samarinda Kota, Samarinda Ilir, dan Sambutan.

Di parlemen, ia dipercaya duduk di Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat. Bidang tersebut bukan sesuatu yang baru baginya, melainkan kelanjutan dari perjalanan panjang sebagai pendidik dan aktivis sosial.

“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan masyarakat,” ujarnya.

Berangkat dari Dunia Pendidikan

Lahir dari pasangan La Tisi dan Hamidah, Ismail tumbuh dengan latar belakang yang dekat dengan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan. Bersama istrinya, Dahlia, ia membangun keluarga dan dikaruniai tiga putra: Faqih Hafizhul Furqon Latisi, Hanif Hafizhul Huda Latisi, dan Royyan Hafizhurrohman Latisi.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN 081 Sidodamai Samarinda, dilanjutkan ke MTs Negeri Model Samarinda dan MAN 2 Samarinda, sebelum meraih gelar Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman.

Guru, Dosen, hingga Aktivis Sosial

Sebelum memasuki dunia politik, Ismail telah mengabdikan diri sebagai guru di SMA Islam Terpadu Granada, SMK Al-Khairiyah, MTs Sulaiman Yasin, dan SMP Yayasan Pendidikan Samarinda (YPS). Ia juga pernah menjadi dosen di STMIK SPB Airlangga dan STIESAM.

Pengalaman sosialnya tidak berhenti di ruang kelas. Ia pernah menjadi pengajar kegiatan ekstrakurikuler di Balai Rehabilitasi Narkoba Tanah Merah serta tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, sehingga memahami persoalan masyarakat dari berbagai sisi.

Aktif di Organisasi dan Dakwah

Selain berkiprah di bidang pendidikan, Ismail dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Baitul Quran Foundation, Ketua Rumah Qur’an Aulia, serta memimpin Lembaga Dakwah Kemahasiswaan Musholla Al-Ikhlas FKIP Universitas Mulawarman.

Saat ini, selain menjadi anggota DPRD, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua DPD PKS Kota Samarinda.

Memperjuangkan Pendidikan dan Kesejahteraan

Di Komisi IV DPRD, Ismail konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, pelayanan kesehatan, serta penanganan stunting. Ia juga memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan drainase, akses air bersih, dan fasilitas permukiman, terutama di wilayah Samarinda Ilir dan kawasan perbukitan.

“Kebijakan harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Prestasi dan Semangat Mengabdi

Semangat berprestasi telah terlihat sejak masa sekolah. Ismail pernah meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Pekan Olahraga dan Seni Tingkat Madrasah Kota Samarinda pada 2001 dan 2002, Juara 2 Musabaqah Fahmil Quran MTQ Kota Samarinda pada 2002, serta menjadi peserta Musabaqah Fahmil Quran MTQ Mahasiswa Nasional di Palembang pada 2007.

Saat menjadi guru, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Guru Agama Islam BAZDA Kota Samarinda pada 2010 dan 2011.

Bagi Ismail Latisi, politik bukan sekadar ruang membuat kebijakan, melainkan kelanjutan dari pengabdian yang telah ia jalani sejak menjadi pendidik. Filosofi hidupnya sederhana namun kuat: “Menebar Kebaikan Tidak Membutuhkan Alasan.” Melalui prinsip itu, ia berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Tekankan Transparansi SPMB, Minta Perencanaan Pendidikan Berbasis Data

10 Juni 2026 - 16:30 WITA

DPRD Samarinda: Eliminasi TBC 2030 Bergantung pada Kesadaran Masyarakat dan Pola Hidup Sehat

10 Juni 2026 - 15:30 WITA

DPRD Samarinda Soroti Bahaya Lubang Bekas Tambang, Minta Perusahaan Perketat Pengamanan

10 Juni 2026 - 14:30 WITA

Sri Puji Astuti Ingatkan Masyarakat Waspadai Pengaruh Konten Media Sosial terhadap Generasi Muda

10 Juni 2026 - 13:30 WITA

Sains Jadi Harapan Terakhir Badak Pari, BKSDA Pastikan Habitat Aslinya Tetap Dilindungi

10 Juni 2026 - 13:00 WITA

Dewan Adat Dayak Kaltim Dukung Penyelamatan Badak Pari, Sebut Warisan Alam Harus Dijaga

10 Juni 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH