Menu ✖

Mode Gelap
Kardinal Ignatius Suharyo Kunjungi Gereja di IKN, Dipersiapkan Jadi Basilika Pertama di Indonesia Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

BERITA DAERAH · 6 Sep 2026 13:00 WITA ·

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan


 Karyawan PT EAS, Marupa (49), ditemukan meninggal dunia di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, Minggu (6/9/2026), setelah tiga hari pencarian usai tenggelam di Sungai Belayan. Perbesar

Karyawan PT EAS, Marupa (49), ditemukan meninggal dunia di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, Minggu (6/9/2026), setelah tiga hari pencarian usai tenggelam di Sungai Belayan.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pencarian terhadap seorang karyawan PT EAS yang tenggelam di Sungai Belayan, Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), membuahkan hasil. Korban, Marupa (49), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (6/9/2026).

Marupa ditemukan sekitar pukul 09.30 WITA di wilayah Desa Penoon RT 002, Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di sekitar feri penyeberangan Desa Penoon. Lokasi tersebut berada cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Tabang, Iptu Yohan Lihu, mengatakan korban ditemukan setelah proses pencarian dilakukan selama tiga hari.

“Korban ditemukan setelah tiga hari pencarian,” ujar Yohan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (4/9/2026) di sekitar bekas pelabuhan milik PT EAS di perairan Sungai Belayan, Desa Long Lalang. Saat itu, Marupa bersama sejumlah rekan kerjanya sedang memperbaiki pipa alkon milik perusahaan yang mengalami kerusakan di tepian sungai.

Setelah pekerjaan selesai, korban bersama tiga rekannya memilih berenang untuk menyeberangi Sungai Belayan. Namun, ketika berada di tengah sungai, Marupa diduga mengalami kelelahan dan berhenti.

Korban kemudian meminta pertolongan kepada tiga rekannya yang telah lebih dahulu mencapai tepian sungai. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban akhirnya terbawa arus sungai hingga tenggelam.

Pencarian kemudian dilakukan oleh tim selama tiga hari. Hingga akhirnya, korban ditemukan di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, pada Minggu pagi.

Dalam proses penanganan, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban, yakni satu lembar baju berwarna biru gelap dan celana bertuliskan Quiksilver berwarna biru.

Setelah dievakuasi, jenazah Marupa dibawa ke Puskesmas Tukung Ritan untuk menjalani visum et repertum. Setelah proses tersebut selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Marupa diketahui merupakan buruh harian lepas asal Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yang bekerja di PT EAS.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

16 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Soroti Rencana Pembangunan Rumah Sakit di Kawasan Resapan Air Samarinda

16 Oktober 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Penempatan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Minta Lokasi Satu Keluarga Didekatkan

15 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH