Menu

Mode Gelap
Kapolres Kukar Cup 2026 Buka Peluang Pecatur Pemula Tampil di Turnamen Resmi Strategi Pelepasliaran Bertahap Antar Bagus, Eboni, dan Ruby Perkuat Peluang Bertahan Hidup di Alam Bagus, Eboni, dan Ruby Kembali ke Habitat, Tiga Orangutan Perkuat Populasi Liar di Kutai Timur Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027 DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB

BERITA DAERAH · 28 Mei 2024 11:30 WITA ·

Kendalikan Stunting, Kecamatan Anggana Bentuk Satgas Stunting


 Camat Anggana, Rendra Abadi.(kutaipanrita.id) Perbesar

Camat Anggana, Rendra Abadi.(kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Angka stunting di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), pada tahun 2024 mengalami penurunan yang signifikan.

Pasalnya, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Anggana  dalam penanganan stunting, salah satunya membuat inovasi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Stunting.

Satgas Stunting tersebut terdiri  dengan melibatkan dari beberapa unsur yakni pihak Puskesmas, Pemerintah Kecamatan Anggana, Pemerintah Desa, dan masyarakat.

Camat Anggana, Rendra Abadi mengatakan bahwa, keberadaan Satgas Stunting mampu menurunkan angka stunting di tahun 2024.

“Satgas Stunting ini dibentuk memang fokus menangani stunting, dan Alhamdulillah tahun 2024 ini angka stunting mengalami penurunan,” ujar Rendra Abadi, Selasa (28/5/2024)

Lebih lanjut Renda Abadi menjelaskan, terkait teknis pelaksanaan penanganan stunting di Kecamatan Anggana, satgas stunting melakukan pendataan, peninjauan lapangan hingga penanganan dan pencegahan.

Tak hanya itu, satgas stunting juga gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi terutama kepada para ibu hamil terkait  pentingnya menjaga pola makan.

Rendra Abadi juga menyebut bahwa, dana yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan kebutuhan lainnya terkait penanganan stunting berasal  dari anggaran pemerintah dan juga dana desa.

“Kita berikan penyuluhan, bahkan kita bantu bagi warga yang tidak mampu yaitu dari sumber anggaran pemerintah dan dana desa,” ungkap Rendra Abadi.

Dalam hal itu, Rendra Abadi juga berharap, agar masyarakat sadar dan kooperatif terhadap program pemerintah terkait kesehatan khususnya stunting demi terciptanya masyarakat yang sehat dan bahagia.

“Mari kita mulai hidup sehat agar terhindar dari stunting,” ajak Rendra Abadi.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kapolres Kukar Cup 2026 Buka Peluang Pecatur Pemula Tampil di Turnamen Resmi

27 Juni 2026 - 15:00 WITA

Strategi Pelepasliaran Bertahap Antar Bagus, Eboni, dan Ruby Perkuat Peluang Bertahan Hidup di Alam

27 Juni 2026 - 14:00 WITA

Bagus, Eboni, dan Ruby Kembali ke Habitat, Tiga Orangutan Perkuat Populasi Liar di Kutai Timur

27 Juni 2026 - 13:00 WITA

Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027

26 Juni 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB

26 Juni 2026 - 16:00 WITA

Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS

26 Juni 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH