Menu

Mode Gelap
Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027 DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

BERITA DAERAH · 29 Mei 2025 10:15 WITA ·

Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia


 Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Setelah upaya pencarian selama dua hari, Tim Penyelamatan Gabungan akhirnya menemukan bocah berinisial MS (13), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam di wilayah Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tengggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

MS ditemukan pada Kamis (29/05/2025) pagi pukul 09.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal bocah 13 tersebut tenggelam, tepat di area Pelabuhan Ferry Loa Tebu.

“Setelah dua hari pencarian intensif, akhirnya MS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujar Kepada Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.

“Atas permintaan keluarga, jenazah MS bocah 13 tahun itu langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” singkat Fida Hurasani.

Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berinisial MS (13) dikabarkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (27/05/2025) sore.

Kejadian itu bermula pada saat MS bersama 4 orang temannya sedang berenang di keramba milik warga setempat.

Selanjutnnya, salah seorang teman MS mengajak rekan lainnya untuk melakukan aksi terjun ke Sungai Mahakam dengan gaya terjun tiruk.

Pada saat giliran MS untuk terjun, dua orang temannya mendengar suara benturan yang diduga mengenai drum keramba.

Setelah itu, mereka pun menunggu MS untuk muncul ke permukaan. Namun MS pun tidak kunjung muncul di permukaan air.

Melihat hal tersebut, salah seorang teman MS segera melaporkan kejadian itu kepada warga setempat bernama Ricky Wahyudi.

Setelah menerima kabar tersebut, Ricky Wahyudi pun langsung menuju lokasi belakang keramba, dan memanggil orang tua Muhammad Salman bernama Sulaiman.

Tidak menunggu lama, setelah ditiba di lokasi Sulaiman pun langsung terjun ke Sungai Mahakam untuk mencari sang buah hati.

Meski sudah mencari didalam air, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil dan MS tidak ditemukan.

 

Pewarta : Ghina A
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027

26 Juni 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB

26 Juni 2026 - 16:00 WITA

Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS

26 Juni 2026 - 15:00 WITA

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

26 Juni 2026 - 13:00 WITA

Ratusan Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

26 Juni 2026 - 11:00 WITA

Sinergi Pemkab Kukar, Swasta, dan Solidaridad Buka Peluang Baru Ekonomi Karbon di Sektor Sawit

26 Juni 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH