Menu

Mode Gelap
Arsa Muda Trofeo U15 Jadi Ajang Asah Mental dan Bakat Pemain Muda Aulia Rahman Basri Dorong Layanan Kesehatan Kukar Naik Kelas, Radioterapi hingga Labkesmas Segera Dikembangkan Aulia Rahman Basri Pastikan Pasukan Merah Putih Tetap Dipertahankan di Kukar Pemkab Kukar Serahkan Seragam dan Peralatan Baru untuk Pasukan Merah Putih Turnamen Perdana RHQ Football Academy Jadi Ajang Pembinaan dan Launching Jersey Baru

NASIONAL · 22 Okt 2025 16:15 WITA ·

IDC 2025, AMSI: Ada Ancaman AI Terhadap Eksistensi Media


 Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital” berlangsung di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025). Perbesar

Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital” berlangsung di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

KUTAIPANRITA.ID, JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya membawa risiko disrupsi bagi industri media, namun juga membuka peluang bisnis dan inovasi baru.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia Wahyu Dhyatmika saat membuka Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan tema  Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital, di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025). ”Ada ancaman AI terhadap eksistensi media,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan berdasarkan riset media anggota AMSI, hampir 30 persen kunjungan ke situs media adalah crawler bot AI. “Mereka mengambil konten media untuk membuat konten, tapi mereka tidak membayar kita. Sementara media harus membayar redaksi dan servernya. Media tidak lagi mempunyai value untuk iklan. Ini adalah krisis eksistensi media,” kata Wahyu.

Di sisi lain, ada beberapa temuan penting dari hasil riset AMSI bersama Monash University mengenai lanskap media. Salah satunya, sekitar 75 persen inovasi konten informasi ada di sektor hulu. Sementara di sektor hulu, seperti produk-produk storytelling, feature, jurnalisme data, dan lainnya masih rendah.

Ancaman keberadaan media saat ini tidak hanya dari AI. Pendapatan iklan yang menurun akibat kunjungan ke website yang rendah juga dibarengi dengan peluang sumber iklan lain yang menurun. Saat ini 80 persen pendapatan media berasal dari pemerintah. Saat belanja iklan pemerintah berkurang, pendapatan media juga semakin berkurang.

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi juga menyoroti fenomena ini. Menurut dia, AI mengambil berita media sebagai bahan baku kontennya secara gratis. Sedangkan media harus mengeluarkan biaya untuk memproduksi berita.

Kondisi ini bisa menjadi kiamat bagi industri media. Berita bisa tidak punya nilai ekonomis lagi dan eksistensi wartawan bisa tidak diperlukan lagi. ”Solusinya meletakkan karya jurnalistik sebagai karya yang dilindungi UU,” ujar Dahlan pada kesempatan yang sama.

Selain AI, ada juga permasalahan lain terkait karya jurnalistik yang dirasa kurang ekonomis. Sama halnya dengan AI, banyak kreator konten yang memanfaatkan berita dari media secara gratis untuk membuat konten yang bisa dimonetisasi.

”Seharusnya mereka bayar ke media, sehingga media bisa mendapat revenue lain selain iklan, yaitu dari konten beritanya,” kata Dahlan.

AMSI kembali menyelenggarakan ajang tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2025. Tahun ini, IDC mengangkat tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”, yang menyoroti pentingnya kedaulatan dan kemandirian industri media dalam menghadapi gelombang transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

National Sales Department Head Sinar Mas Land Johan Triono mengucapkan selamat kepada AMSI atas terselenggaranya acara ini dan mendukung media digital agar tetap bisa bertahan dalam kondisi saat ini.

Selain Sinar Mas Land, Event IDC dan AMSI Awards 2025 ini juga mendapatkan dukungan dari PT Astra International Tbk, Djarum Foundation, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.,  PT Pertamina (Persero), PT Harita Nickel, PT Alam Tri Resources Indonesia Tbk., PT Telkom Indonesia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Indofood Sukses Makmur, Mining Industry Indonesia atau MIND ID, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Merdeka Copper Gold Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,  PT Indosat Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

 

@2025
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

IKN Youth Forum: Generasi Muda Diajak Lawan Hoaks dan Kawal Pembangunan

1 Mei 2026 - 15:00 WITA

Topside Manpatu Resmi Berlayar, Langkah Penting Menuju Produksi 2027

22 April 2026 - 10:00 WITA

IKN dan Pemda Kaltim Sepakat Bangun PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi

11 April 2026 - 15:00 WITA

Indonesia Dorong Standar Global Royalti Musik di Forum ASEAN CMO 2026

10 April 2026 - 17:00 WITA

#NgobroldiMeta di Yogyakarta, AMSI dan Meta Dorong Adaptasi AI di Redaksi

10 April 2026 - 16:00 WITA

AMSI Protes Pembatasan Konten Magdalene, Minta Dewan Pers Turun Tangan

10 April 2026 - 15:00 WITA

Trending di NASIONAL