Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Berangkatkan Tujuh Putra Daerah ke Universitas Brawijaya Lewat Beasiswa Penuh DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

BERITA DAERAH · 4 Mar 2026 20:00 WITA ·

Percepat Atasi Banjir Sempaja, Pemkot Fokus Bangun Rumah Pompa dan Sambung Drainase


 Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda, Darmadi, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait upaya percepatan pengendalian banjir di kawasan Sempaja oleh Pemerintah Kota Samarinda. Salah satu langkah yang menjadi fokus adalah pembangunan rumah pompa serta penyambungan jaringan saluran drainase agar sistem pengendalian banjir dapat berfungsi secara maksimal. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda, Darmadi, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait upaya percepatan pengendalian banjir di kawasan Sempaja oleh Pemerintah Kota Samarinda. Salah satu langkah yang menjadi fokus adalah pembangunan rumah pompa serta penyambungan jaringan saluran drainase agar sistem pengendalian banjir dapat berfungsi secara maksimal. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Upaya pengendalian banjir di kawasan Sempaja terus dipercepat oleh Pemerintah Kota Samarinda. Salah satu langkah yang menjadi fokus saat ini adalah pembangunan rumah pompa serta penyambungan jaringan saluran drainase agar sistem pengendalian banjir dapat bekerja lebih maksimal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda, Darmadi, saat mendampingi inspeksi lapangan bersama DPRD Kota Samarinda, Rabu (4/3/2026).

Menurut Darmadi, kolam retensi yang telah dibangun sebenarnya sudah cukup membantu menampung air, namun fungsinya belum optimal karena masih ada beberapa saluran drainase yang belum tersambung dengan sistem utama.

“Kalau seluruh saluran sudah terkoneksi, aliran air akan terbagi dan tidak lagi meluap ke kawasan Simpang 4. Air akan langsung mengalir menuju sistem drainase di Gang Ahim dan PM Nur,” jelasnya.

Ia menyebutkan total panjang jaringan saluran di kawasan tersebut mencapai sekitar dua kilometer. Namun hingga kini masih terdapat sekitar 366 meter saluran yang belum tersambung. Untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, diperlukan anggaran sekitar Rp13 miliar yang telah diusulkan dalam perencanaan tahun ini.

Selain penyambungan saluran, pihaknya juga melakukan pembersihan drainase yang mengalami sedimentasi agar aliran air tetap lancar. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi genangan di sejumlah kawasan rawan banjir, termasuk wilayah Perumahan Bengkuring dan kawasan utara Samarinda.

Darmadi menambahkan, pengembangan kolam retensi juga terus dilakukan. Dari target total sekitar 27 hektare, saat ini baru sekitar 16 hektare yang telah terealisasi, sementara sisanya masih menunggu proses pembebasan lahan.

“Penanganan banjir ini dilakukan bertahap. Yang terpenting adalah memastikan kapasitas kolam dan konektivitas saluran terus ditingkatkan agar sistem pengendalian banjir bisa bekerja maksimal,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal

23 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver

23 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak

23 Juli 2026 - 16:00 WITA

Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

23 Juli 2026 - 15:00 WITA

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH