Menu ✖

Mode Gelap
Lima Perda Strategis Akan Disahkan, DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Tuntaskan Implementasi Efisiensi Anggaran Hambat Rehab Sekolah, DPRD Samarinda Dorong Prioritas Perbaikan pada 2027 DPRD Samarinda Soroti Taman Bermain Bengkuring Minim Penerangan, Minta Segera Dibenahi DPRD Samarinda Soroti Kebocoran BBM Subsidi di Balik Antrean, Empat SPBU Mulai Beroperasi 24 Jam Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda

BERITA DAERAH · 28 Mar 2026 14:00 WITA ·

Proyek Manpatu Melesat, PHM Tuntaskan Tahap Load Out Jacket


 Dok: Pertamina Hulu Mahakam – Pertamina Hulu Indonesia Perbesar

Dok: Pertamina Hulu Mahakam – Pertamina Hulu Indonesia

KUTAIPANRITA.ID, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sukses menyelesaikan tahap load out jacket Proyek Pengembangan Manpatu di fasilitas PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026. Tahapan ini merupakan lanjutan dari first cut of steel sejak Mei 2025 dan akan diikuti proses sail away menuju lokasi instalasi.

Proyek Manpatu merupakan pengembangan sumur eksplorasi di wilayah offshore South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, dengan kedalaman 50–60 meter. Proyek ini ditargetkan mampu mendukung produksi gas dan kondensat hingga 80 MMSCFD.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan satu anjungan baru berupa jacket dan piles seberat 1.380 ton serta topside 1.100 ton, pemasangan pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer, hingga pengeboran 11 sumur pengembangan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung target energi nasional. “Kami terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi terbaik industri hulu migas secara terintegrasi di seluruh operasional perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, proyek ini juga mencatat peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui penggunaan pipa lokal jenis ERW secara menyeluruh di sistem subsea hingga riser yang pertama di area Mahakam.

Dari sisi keselamatan, proyek ini mencatat lebih dari dua juta jam kerja tanpa Lost Time Incident hingga Maret 2026, dan diproyeksikan mencapai tiga juta jam kerja saat selesai.

Sebagai proyek fast track sejak penemuan gas pada 2022, Manpatu mengandalkan inovasi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kontraktor EPSCC, guna menjaga target penyelesaian tetap on schedule.

Selanjutnya, load out dan sail away topside dijadwalkan pertengahan April 2026, dengan target instalasi April–Mei 2026. Seluruh platform diharapkan terpasang pada awal kuartal III 2026 dan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.

PHM menegaskan komitmennya menjalankan operasi hulu migas berbasis prinsip ESG guna menghadirkan energi yang aman, efisien, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

 

Sumber: Pertamina Hulu Mahakam – Pertamina Hulu Indonesia
@2026
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lima Perda Strategis Akan Disahkan, DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Tuntaskan Implementasi

4 November 2026 - 16:00 WITA

Efisiensi Anggaran Hambat Rehab Sekolah, DPRD Samarinda Dorong Prioritas Perbaikan pada 2027

4 November 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Taman Bermain Bengkuring Minim Penerangan, Minta Segera Dibenahi

3 November 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Kebocoran BBM Subsidi di Balik Antrean, Empat SPBU Mulai Beroperasi 24 Jam

3 November 2026 - 13:00 WITA

Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Hukum Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH