Menu

Mode Gelap
Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

BERITA DAERAH · 21 Apr 2026 10:00 WITA ·

Iswandi: Semangat Kartini Harus Hadir Dalam Kebijakan Nyata dan Inklusif


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa semangat perjuangan perempuan harus tercermin dalam kebijakan daerah yang konkret dan berkelanjutan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa semangat perjuangan perempuan harus tercermin dalam kebijakan daerah yang konkret dan berkelanjutan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa semangat perjuangan perempuan harus tercermin dalam kebijakan daerah yang konkret dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan peringatan yang setiap tahun digelar untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan.

Menurut Iswandi, nilai-nilai perjuangan Kartini tidak cukup hanya dikenang secara simbolis, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya perempuan.

“Semangat Kartini harus hadir dalam langkah nyata, bukan sekadar seremoni. Kebijakan publik harus memberi ruang yang adil bagi perempuan untuk berkembang,” ujarnya.

Ia menilai, peran perempuan dalam pembangunan sangat strategis, sehingga perlu didukung akses yang setara di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga ketenagakerjaan.

Selain itu, Iswandi juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui regulasi yang berpihak, serta mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, baik di ranah politik maupun pembangunan daerah.

“Kalau kita ingin Samarinda maju, perempuan harus menjadi bagian penting dari proses itu. Tidak boleh ada batasan yang menghambat mereka,” tegasnya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, Hari Kartini harus menjadi refleksi bersama untuk memastikan arah pembangunan yang lebih adil dan merata.

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa kemajuan daerah tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan. Dengan kolaborasi dan gotong royong, kita bisa mewujudkan Samarinda yang lebih maju dan berdaya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH