Menu

Mode Gelap
Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Efektivitas Anggaran BPKAD dan Kontribusi Pelabuhan Palaran terhadap PAD Pemkot Samarinda Kebut Pelunasan Utang Rp400 Miliar, BPKAD Target Tuntas Akhir 2026 Komisi II DPRD Samarinda Minta BPKAD Buka Seluruh Data Utang Daerah, Iswandi: Jangan Hanya Sebut Rp400 Miliar Samarinda Kian Jadi Rujukan Nasional, Celni: Banyak Daerah Datang Belajar Inovasi dan Tata Kelola Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Iswandi: Anggaran Besar Harus Berdampak Nyata

IKN NUSANTARA · 12 Mei 2026 09:00 WITA ·

DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN


 Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (11/5/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (11/5/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah di Kantor Otorita IKN, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang diskusi dan studi banding terkait pengembangan sektor pariwisata, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan tenaga kerja, hingga penguatan UMKM di kawasan IKN.

Dalam pertemuan itu, Otorita IKN memaparkan berbagai konsep pembangunan Nusantara yang tidak hanya difokuskan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga diarahkan menjadi destinasi pariwisata unggulan kelas dunia berbasis lingkungan dan budaya lokal.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN, Nusantara dikembangkan melalui konsep wisata ramah lingkungan dan retret kebugaran yang mengedepankan kearifan lokal. Konsep tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya masyarakat sekitar.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengatakan pembangunan IKN diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia yang mampu menghubungkan potensi ekonomi dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

“Kita akan menjadi superhub ekonomi Indonesia dari barat ke timur. Prinsipnya IKN akan mendongkrak ekonomi Indonesia,” ujar Bimo.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pengembangan di IKN karena dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan investasi kawasan. Karena itu, berbagai fasilitas penunjang wisata terus dipersiapkan secara bertahap.

Saat ini, Otorita IKN telah menghadirkan aplikasi IKNOW yang menyediakan peta visitasi wisata secara interaktif. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi destinasi wisata, layanan transportasi umum, hingga panduan perjalanan atau travel guidebook untuk memudahkan wisatawan menjelajahi kawasan Nusantara.

Selain itu, sejumlah fasilitas wisata dan pendukung aktivitas publik juga tengah dikembangkan, seperti convention center, fasilitas kesehatan, pusat budaya Islam, pusat informasi wisatawan, pusat kuliner, botanical garden, hingga pusat kebudayaan Nusantara.

Sementara itu, sejumlah destinasi wisata alam yang telah dikenal dan dapat dikunjungi masyarakat di antaranya Gunung Parung, Sungai Hitam Bekantan, Mangrove Mentawir, Goa Tapak Raja, dan Bukit Bangkirai. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ekowisata dan wisata edukasi di IKN.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, mengaku tertarik mempelajari konsep pembangunan pariwisata dan pengelolaan lingkungan di IKN yang dinilai mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.

“Kami sangat tertarik bagaimana konsep pembangunan pariwisata dan lingkungan di sekitar IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM. Kebetulan kami juga sedang menggarap raperda penanganan lahan kritis, sehingga mudah-mudahan kami bisa belajar dan bertukar pikiran bersama,” kata Sri.

Menurutnya, konsep pembangunan yang diterapkan di IKN dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan kerja DPRD Jawa Tengah ke IKN kemudian ditutup dengan peninjauan lapangan ke sejumlah kawasan pembangunan strategis, di antaranya Istana Negara dan area glamping di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang kini mulai menjadi salah satu daya tarik kunjungan masyarakat ke Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan

26 Juni 2026 - 14:00 WITA

SMA Taruna Nusantara IKN Kian Siap Beroperasi, 477 Siswa Segera Tempati Kampus Baru di Nusantara

24 Juni 2026 - 09:00 WITA

Otorita IKN dan Kementerian HAM Satukan Langkah, Nusantara Diarahkan Jadi Kota Berbasis Hak Asasi Manusia

23 Juni 2026 - 16:00 WITA

Merangkai Identitas Nusantara Lewat Motif Batik, Otorita IKN dan Bank Indonesia Dorong Kreativitas Pengrajin Wastra Lokal

21 Juni 2026 - 10:00 WITA

Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto

18 Juni 2026 - 18:00 WITA

IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar

18 Juni 2026 - 17:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA