Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

IKN NUSANTARA · 12 Mei 2026 09:00 WITA ·

DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN


 Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (11/5/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (11/5/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah di Kantor Otorita IKN, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang diskusi dan studi banding terkait pengembangan sektor pariwisata, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan tenaga kerja, hingga penguatan UMKM di kawasan IKN.

Dalam pertemuan itu, Otorita IKN memaparkan berbagai konsep pembangunan Nusantara yang tidak hanya difokuskan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga diarahkan menjadi destinasi pariwisata unggulan kelas dunia berbasis lingkungan dan budaya lokal.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN, Nusantara dikembangkan melalui konsep wisata ramah lingkungan dan retret kebugaran yang mengedepankan kearifan lokal. Konsep tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya masyarakat sekitar.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengatakan pembangunan IKN diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia yang mampu menghubungkan potensi ekonomi dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

“Kita akan menjadi superhub ekonomi Indonesia dari barat ke timur. Prinsipnya IKN akan mendongkrak ekonomi Indonesia,” ujar Bimo.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pengembangan di IKN karena dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan investasi kawasan. Karena itu, berbagai fasilitas penunjang wisata terus dipersiapkan secara bertahap.

Saat ini, Otorita IKN telah menghadirkan aplikasi IKNOW yang menyediakan peta visitasi wisata secara interaktif. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi destinasi wisata, layanan transportasi umum, hingga panduan perjalanan atau travel guidebook untuk memudahkan wisatawan menjelajahi kawasan Nusantara.

Selain itu, sejumlah fasilitas wisata dan pendukung aktivitas publik juga tengah dikembangkan, seperti convention center, fasilitas kesehatan, pusat budaya Islam, pusat informasi wisatawan, pusat kuliner, botanical garden, hingga pusat kebudayaan Nusantara.

Sementara itu, sejumlah destinasi wisata alam yang telah dikenal dan dapat dikunjungi masyarakat di antaranya Gunung Parung, Sungai Hitam Bekantan, Mangrove Mentawir, Goa Tapak Raja, dan Bukit Bangkirai. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ekowisata dan wisata edukasi di IKN.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, mengaku tertarik mempelajari konsep pembangunan pariwisata dan pengelolaan lingkungan di IKN yang dinilai mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.

“Kami sangat tertarik bagaimana konsep pembangunan pariwisata dan lingkungan di sekitar IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM. Kebetulan kami juga sedang menggarap raperda penanganan lahan kritis, sehingga mudah-mudahan kami bisa belajar dan bertukar pikiran bersama,” kata Sri.

Menurutnya, konsep pembangunan yang diterapkan di IKN dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan kerja DPRD Jawa Tengah ke IKN kemudian ditutup dengan peninjauan lapangan ke sejumlah kawasan pembangunan strategis, di antaranya Istana Negara dan area glamping di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang kini mulai menjadi salah satu daya tarik kunjungan masyarakat ke Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Serap Aspirasi Warga untuk Penataan Kawasan Penyangga, Masukan Dibuka hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

IKN Dipercaya Gelar Borneo Economic Forum 2027, Buka Peluang Investasi Regional

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

Peserta KRTJ ke-16 Saksikan Perkembangan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di IKN

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA