Menu ✖

Mode Gelap
AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun

BERITA DAERAH · 2 Feb 2026 19:00 WITA ·

Bukan Sekadar Ibadah, Umrah Mandiri Perdana di Kaltim Hadirkan Pengalaman Spiritual dan Edukasi Perjalanan


 Foto bersama jemaah umrah mandiri yang mayoritas berasal dari Samarinda, Sulawesi Barat, Balikpapan, Bogor, Bandung, hingga Jakarta. Dok: PT Nur Ahmad Lompo bin Sahel. Perbesar

Foto bersama jemaah umrah mandiri yang mayoritas berasal dari Samarinda, Sulawesi Barat, Balikpapan, Bogor, Bandung, hingga Jakarta. Dok: PT Nur Ahmad Lompo bin Sahel.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Umrah mandiri perdana di Kalimantan Timur resmi tuntas dilaksanakan. Selama 16 hari menunaikan ibadah di Tanah Suci, para jemaah menjalani perjalanan yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga memberikan pengalaman baru tentang kemandirian dan kebersamaan. Pada 2 Februari 2026, seluruh jemaah tiba dengan selamat di Indonesia dan mendarat di Jakarta dengan wajah lega, haru, sekaligus bahagia.

Berbeda dari konsep umrah pada umumnya, program umrah mandiri ini mengajak jemaah untuk lebih aktif dan memahami langsung proses perjalanan ibadah. Sejak keberangkatan dari Tanah Air, para jemaah dilatih untuk cakap mengurus berbagai kebutuhan secara mandiri, mulai dari proses di bandara hingga aktivitas harian di Madinah dan Makkah. Meski mengusung konsep mandiri, kenyamanan tetap menjadi prioritas dengan tersedianya fasilitas makan tiga kali sehari, sehingga jemaah dapat fokus beribadah tanpa merasa terbebani.

Jemaah yang mengikuti program ini berasal dari berbagai daerah, di antaranya Samarinda, Balikpapan, Sulawesi Barat, Bogor, Bandung, hingga Jakarta. Mayoritas jemaah sepakat bahwa umrah mandiri memberikan ruang kebebasan yang lebih luas. Tanpa jadwal yang terlalu mengikat, mereka dapat mengatur waktu ibadah sesuai kebutuhan. Bahkan, hanya dalam dua hari, para jemaah sudah terbiasa dan hafal rute dari hotel menuju Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.

Program umrah mandiri ini diselenggarakan oleh PT Nur Ahmad Lompo bin Sahel bekerja sama dengan PT Alhaq. Menariknya, travel ini dikelola oleh para owner perempuan yang dikenal jemaah sebagai sosok cekatan, komunikatif, dan sigap dalam berbagai situasi. Hal tersebut membuat suasana perjalanan terasa lebih hangat, cair, dan penuh kebersamaan.

“Jemaah benar-benar happy. Mereka merasa lebih bebas, nyaman, dan ibadahnya jadi lebih khusyuk,” ujar salah satu owner, Syarifah Nurul Husnul Khatimah, yang akrab disapa Myma.

Selain durasi perjalanan yang relatif panjang, keistimewaan lain dari paket ini adalah kemudahan akses masuk Raudhah. Tanpa menggunakan aplikasi, jemaah telah mendapatkan satu kali kesempatan masuk Raudhah yang difasilitasi langsung oleh pihak Saudi melalui muasasah. Untuk kesempatan berikutnya, jemaah tetap dapat mengakses Raudhah menggunakan aplikasi Nusuk.

Tak hanya fokus pada ibadah, selama berada di Tanah Suci jemaah juga diajak mengikuti city tour ke berbagai lokasi bersejarah, seperti Masjid Quba, Kebun Kurma, Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Mina, Jabal Khandamah, Museum Wahyu, Gua Hira, hingga pemakaman Baqi. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara fleksibel dan berdasarkan kesepakatan bersama. Jemaah bebas memilih untuk ikut maupun tidak, tanpa paksaan. Bagi yang ingin lebih banyak beribadah di masjid, pilihan tersebut sepenuhnya dihormati.

“Kuncinya sabar, cekatan, dan kompak,” ujar sang owner.

Sementara dari para jemaah, satu kalimat yang paling sering terdengar adalah, “Pokoknya mau lagi umrah mandiri.” Umrah mandiri perdana di Kalimantan Timur ini menjadi bukti bahwa perjalanan ibadah dapat dirancang bukan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Jemaah tidak hanya memperoleh nilai ibadah, tetapi juga ilmu perjalanan, pengalaman berharga, serta kenangan kebersamaan yang sulit dilupakan.

Program umrah mandiri ini dihadirkan sebagai bagian dari edukasi agar jemaah memahami proses perjalanan dari Indonesia menuju Madinah dan Makkah. Dengan demikian, jemaah tidak hanya mendapatkan ibadahnya, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program umrah mandiri atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

PT Nur Ahmad Lompo bin Sahel
📞 Contact Person: 0821 5451 1360

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

1 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH