Menu

Mode Gelap
OJK Percepat Pembangunan Kantor di IKN, Dukung Terbentuknya Pusat Ekonomi Baru Nusantara Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

BERITA DAERAH · 6 Mar 2024 10:26 WITA ·

Dari Jamur, Otorita IKN Bimbing Petani Ibu Kota Menuju Makmur


 Dari Jamur, Otorita IKN Bimbing Petani Ibu Kota Menuju Makmur Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Dalam rangka mempersiapkan pemenuhan kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN terus konsisten dan aktif mengembangkan sumber daya manusia di sekitar IKN.

Salah satunya melalui penyelenggaraan pelatihan yang fokus pada pertanian perkotaan yang efisien, hemat ruang, modern, dan menguntungkan, baik bagi masyarakat umum maupun petani di ibu kota.

Pada kesempatan ini, Otorita IKN berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya untuk menyelenggarakan pelatihan budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) di Desa Sukaraja, IKN, tanggal 2 Maret 2024.

Kegiatan ini tidak hanya berperan dalam mendukung kesiapan pangan di IKN, tetapi juga menawarkan peluang ekonomi yang menguntungkan bagi para pelaku usaha. Selain itu, budidaya jamur tiram ini berpotensi meningkatkan diversifikasi pangan.

Pelatihan ini ditujukan kepada peserta yang merupakan anggota dari komunitas lokal dan asosiasi petani di ibu kota.

Tenaga Ahli Direktorat Ketahanan Pangan Otorita IKN, P. Setia Lenggono menegaskan, tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan praktis kepada peserta mengenai proses budidaya jamur tiram organik yang berkualitas.

“Sudah saatnya kita menjadi pelaku pembangunan IKN, penggerak ketahanan pangan lewat pemanfaatan sumber daya lokal yang modern dan efisien, sehingga dapat menghasilkan pangan dengan cepat namun tetap terjangkau, sehat, dan berkualitas,” ujar P. Setia Lenggono.

Selama dua hari, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya sebagai pembimbing yakni, Bintar Probo Sunarto dan Novi Dwi Yulianti. Kegiatan ini terdiri dari sesi interaktif serta praktik yang mendalam mengenai berbagai topik diantaranya, persiapan media tanam yang efektif, prosedur sterilisasi, teknik pembuatan bibit dari F0-F1-F2, metode pembuatan baglog, e) standarisasi kumbung jamur, hingga perawatan yang diperlukan untuk memastikan hasil panen yang optimal.

“Budidaya jamur tiram terbilang murah dan mudah, asal harus ada kemauan. Harapannya, dengan adanya jamur ini, dapat menjadi variabel baru bagi pertanian di IKN, sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas hidupnya lewat manfaat ekonomi yang ditimbulkan,” terang Bintar Probo Sunarto.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja Sugianto mengemukakan, bahwa masyarakat sangat fokus pada sesi praktik budidaya jamur tiram selama pelatihan dan menunjukkan antusiasme yang tinggi.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, masyarakat mulai berminat mengembangkan budidaya jamur tiram, sehingga dapat meningkatkan pemasukan tambahan bagi mereka, dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya sekitar IKN,” imbuh Sugianto.

Selain aspek teknis, pelatihan ini memperhatikan pengembangan kawasan dengan konsep urban farming yang sudah dibangun oleh Otorita IKN.

Konsep ini tidak hanya untuk menciptakan keberlanjutan pangan, namun juga untuk mengubah citra IKN sebagai kota hutan yang hijau dan berkelanjutan.

Selain fokus pada aspek teknis, pelatihan ini juga memperhatikan pengembangan kawasan melalui konsep urban farming yang telah dirintis oleh Otorita IKN.

Konsep ini bertujuan tidak hanya untuk memastikan keberlanjutan pangan tetapi juga untuk membentuk citra IKN sebagai kota hutan yang hijau dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan petani di kawasan IKN siap untuk menghadapi tantangan ini. Salah satunya lewat pengembangan usaha budidaya jamur tiram, sehingga dapat membuka babak baru pengembangan agribisnis yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal,” tutup P. Setia Lenggono.(ikn/ruz)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH