Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 27 Mei 2024 12:20 WITA ·

Desa Loa Pari Berhasil Tekan Angka Stunting


 Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id) Perbesar

Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Stunting menjadi problem yang harus diperhatikan diberbagai daerah di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam hal itu, Bupati Kukar Edi Damansyah selalu mengingatkan seluruh pihak untuk melakukan langkah-langkah dalam rangka mengentaskan stunting di kalangan masyarakat.

Beberapa program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara terkait stunting telah terlaksana dengan baik yang dibuktikan dengan penurunan angka stunting di Kukar.

Misalnya saja Desa Loa Pari, merupakan salah satu desa yang pernah menjadi lokus program penurunan stunting karena banyaknya penderita kurang gizi.

“Awalnya Desa Loa Pari menjadi Lokus namun sekarang permasalahan stunting sudah bisa di kendalikan,” ungkap Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, pada Senin (27/5/2024).

Lebih lanjut I Ketut Sudiyatmika mengemukakan bahwa, saat ini hanya tercatat satu orang menderita dan satu orang terindikasi terkena stunting di Desa Loa Pari.

Keberhasilan Desa Loa Pari dalam menekan angka stunting tidak terlepas dari pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) terhadap penderita stunting.

“Beberapa hal yang kami lakukan dengan memanfaatkan dana desa diantaranya bedah rumah, perbaikan sanitasi, dan pemberian makanan bergizi serta air bersih,”  beber I Ketut Sudiyatmika.

I Ketut Sudiyatmika menyebut, Pemerintah Desa Loa Pari juga memberdayakan Posyandu untuk melakukan pendataan, penyuluhan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam hal itu, I Ketut Sudiyatmika menilai bahwa kesadaran masyarakat Desa Loa Pari untuk datang ke Posyandu masih sangat rendah sehingga perlu diberikan edukasi.

“Tingkat kehadiran masyarakat di Desa Loa Pari itu cuma sekitar 50 persen. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat untuk hadir di Posyandu demi kehidupan yang sehat,”  tutupnya.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH