Menu

Mode Gelap
Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih Sebagai Ketua dan Sekertaris AMSI Wilayah Kepri Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Kerja 2026 Harga Terjangkau untuk Warga, Otorita IKN Luncurkan Gerakan Pangan Murah di Kawasan Nusantara Otorita IKN Terus Hadirkan Program Cek Kesehatan Gratis, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Nusantara Sosialisasi SPBE dan Pemerintahan Digital Dorong Akselerasi Transformasi Menuju Indonesia Digital 2045

BERITA DAERAH · 27 Mei 2024 12:20 WITA ·

Desa Loa Pari Berhasil Tekan Angka Stunting


 Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id) Perbesar

Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Stunting menjadi problem yang harus diperhatikan diberbagai daerah di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam hal itu, Bupati Kukar Edi Damansyah selalu mengingatkan seluruh pihak untuk melakukan langkah-langkah dalam rangka mengentaskan stunting di kalangan masyarakat.

Beberapa program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara terkait stunting telah terlaksana dengan baik yang dibuktikan dengan penurunan angka stunting di Kukar.

Misalnya saja Desa Loa Pari, merupakan salah satu desa yang pernah menjadi lokus program penurunan stunting karena banyaknya penderita kurang gizi.

“Awalnya Desa Loa Pari menjadi Lokus namun sekarang permasalahan stunting sudah bisa di kendalikan,” ungkap Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, pada Senin (27/5/2024).

Lebih lanjut I Ketut Sudiyatmika mengemukakan bahwa, saat ini hanya tercatat satu orang menderita dan satu orang terindikasi terkena stunting di Desa Loa Pari.

Keberhasilan Desa Loa Pari dalam menekan angka stunting tidak terlepas dari pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) terhadap penderita stunting.

“Beberapa hal yang kami lakukan dengan memanfaatkan dana desa diantaranya bedah rumah, perbaikan sanitasi, dan pemberian makanan bergizi serta air bersih,”  beber I Ketut Sudiyatmika.

I Ketut Sudiyatmika menyebut, Pemerintah Desa Loa Pari juga memberdayakan Posyandu untuk melakukan pendataan, penyuluhan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam hal itu, I Ketut Sudiyatmika menilai bahwa kesadaran masyarakat Desa Loa Pari untuk datang ke Posyandu masih sangat rendah sehingga perlu diberikan edukasi.

“Tingkat kehadiran masyarakat di Desa Loa Pari itu cuma sekitar 50 persen. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat untuk hadir di Posyandu demi kehidupan yang sehat,”  tutupnya.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 123 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kaltim: Pendidikan Kontekstual Diperlukan untuk Tekan Ketimpangan Antarwilayah

10 Desember 2025 - 13:42 WITA

DPRD Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Lokal sebagai Strategi Pembangunan SDM

10 Desember 2025 - 13:41 WITA

DPRD Kaltim Dukung Penguatan Implementasi KUHP Baru Lewat Kerja Sama Pemprov–Kejati

10 Desember 2025 - 13:08 WITA

DPRD Kaltim: Pendidikan Harus Diperkuat Teknologi, Bukan Hanya Bangunan

10 Desember 2025 - 11:43 WITA

DPRD Kaltim Pertanyakan Sekolah Menengah yang Masih Beli Buku Fisik

10 Desember 2025 - 10:42 WITA

Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Rendahnya Serapan Anggaran OPD

9 Desember 2025 - 14:50 WITA

Trending di BERITA DAERAH