Menu

Mode Gelap
Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027 DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

BERITA DAERAH · 27 Mei 2024 12:20 WITA ·

Desa Loa Pari Berhasil Tekan Angka Stunting


 Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id) Perbesar

Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Stunting menjadi problem yang harus diperhatikan diberbagai daerah di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam hal itu, Bupati Kukar Edi Damansyah selalu mengingatkan seluruh pihak untuk melakukan langkah-langkah dalam rangka mengentaskan stunting di kalangan masyarakat.

Beberapa program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara terkait stunting telah terlaksana dengan baik yang dibuktikan dengan penurunan angka stunting di Kukar.

Misalnya saja Desa Loa Pari, merupakan salah satu desa yang pernah menjadi lokus program penurunan stunting karena banyaknya penderita kurang gizi.

“Awalnya Desa Loa Pari menjadi Lokus namun sekarang permasalahan stunting sudah bisa di kendalikan,” ungkap Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, pada Senin (27/5/2024).

Lebih lanjut I Ketut Sudiyatmika mengemukakan bahwa, saat ini hanya tercatat satu orang menderita dan satu orang terindikasi terkena stunting di Desa Loa Pari.

Keberhasilan Desa Loa Pari dalam menekan angka stunting tidak terlepas dari pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) terhadap penderita stunting.

“Beberapa hal yang kami lakukan dengan memanfaatkan dana desa diantaranya bedah rumah, perbaikan sanitasi, dan pemberian makanan bergizi serta air bersih,”  beber I Ketut Sudiyatmika.

I Ketut Sudiyatmika menyebut, Pemerintah Desa Loa Pari juga memberdayakan Posyandu untuk melakukan pendataan, penyuluhan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam hal itu, I Ketut Sudiyatmika menilai bahwa kesadaran masyarakat Desa Loa Pari untuk datang ke Posyandu masih sangat rendah sehingga perlu diberikan edukasi.

“Tingkat kehadiran masyarakat di Desa Loa Pari itu cuma sekitar 50 persen. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat untuk hadir di Posyandu demi kehidupan yang sehat,”  tutupnya.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027

26 Juni 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB

26 Juni 2026 - 16:00 WITA

Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS

26 Juni 2026 - 15:00 WITA

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

26 Juni 2026 - 13:00 WITA

Ratusan Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

26 Juni 2026 - 11:00 WITA

Sinergi Pemkab Kukar, Swasta, dan Solidaridad Buka Peluang Baru Ekonomi Karbon di Sektor Sawit

26 Juni 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH