Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

BERITA DAERAH · 13 Mar 2026 13:00 WITA ·

Diduga Masalah Asmara, Pekerja Pencucian Mobil di Sebulu Ditemukan Tewas Gantung Diri


 Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa. Perbesar

Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026).

Kapolsek Sebulu, Iptu Edy Subagyo, Jumat (13/3/2026), mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban sekitar pukul 09.00 WITA.

Saat itu, seorang pekerja bernama Solikin hendak masuk ke kamar yang biasa digunakan karyawan untuk beristirahat. Namun ketika pintu dibuka, ia terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di kasau atap kamar menggunakan tali nilon berwarna biru.

“Saksi langsung memanggil dua rekan kerja lainnya dan melaporkan kejadian itu kepada pemilik tempat pencucian mobil,” ujar Iptu Edy.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Sebulu bersama tenaga medis dari Puskesmas Sebulu II dan warga sekitar segera mendatangi lokasi serta menurunkan jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada aksi gantung diri. Polisi juga menemukan pesan di ponsel korban yang berisi pamitan kepada ibu kandung dan tunangannya.

“Sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan dan foto tali kepada keluarganya,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sebulu II. Keluarga yang berada di Jawa telah dihubungi melalui video call dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi.

Polisi menduga aksi bunuh diri tersebut dipicu masalah asmara. Sesuai kesepakatan dengan keluarga, korban rencananya akan dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara.

Dalam peristiwa ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel Infinix warna biru dan seutas tali nilon berwarna biru yang digunakan korban.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH