Menu

Mode Gelap
Motor Dicuri Dini Hari, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Tenggarong Terungkap! Kurir Tembakau Sintetis Diamankan Polsek Samboja, Pesanan Disebut untuk Samarinda-Balikpapan Cicilan KPR Lunas Sejak 2011, Sertifikat Rumah Belum Diterima, DPRD Samarinda Panggil BTN TKD Berkurang, DPRD Samarinda Soroti Nasib Proyek Fisik 2027 Balik Nama Sertifikat 10 Hari, DPRD Samarinda Soroti Potensi Penerimaan Pajak

BERITA DAERAH · 13 Mar 2026 13:00 WITA ·

Diduga Masalah Asmara, Pekerja Pencucian Mobil di Sebulu Ditemukan Tewas Gantung Diri


 Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa. Perbesar

Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026).

Kapolsek Sebulu, Iptu Edy Subagyo, Jumat (13/3/2026), mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban sekitar pukul 09.00 WITA.

Saat itu, seorang pekerja bernama Solikin hendak masuk ke kamar yang biasa digunakan karyawan untuk beristirahat. Namun ketika pintu dibuka, ia terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di kasau atap kamar menggunakan tali nilon berwarna biru.

“Saksi langsung memanggil dua rekan kerja lainnya dan melaporkan kejadian itu kepada pemilik tempat pencucian mobil,” ujar Iptu Edy.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Sebulu bersama tenaga medis dari Puskesmas Sebulu II dan warga sekitar segera mendatangi lokasi serta menurunkan jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada aksi gantung diri. Polisi juga menemukan pesan di ponsel korban yang berisi pamitan kepada ibu kandung dan tunangannya.

“Sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan dan foto tali kepada keluarganya,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sebulu II. Keluarga yang berada di Jawa telah dihubungi melalui video call dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi.

Polisi menduga aksi bunuh diri tersebut dipicu masalah asmara. Sesuai kesepakatan dengan keluarga, korban rencananya akan dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara.

Dalam peristiwa ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel Infinix warna biru dan seutas tali nilon berwarna biru yang digunakan korban.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Cicilan KPR Lunas Sejak 2011, Sertifikat Rumah Belum Diterima, DPRD Samarinda Panggil BTN

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

TKD Berkurang, DPRD Samarinda Soroti Nasib Proyek Fisik 2027

11 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Balik Nama Sertifikat 10 Hari, DPRD Samarinda Soroti Potensi Penerimaan Pajak

11 Agustus 2026 - 15:00 WITA

Jelang Dibuka, DPRD Samarinda Minta Fasilitas Teras Samarinda II Diperiksa Total

11 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bankeu Kaltim 2027 Terancam Dihapus, DPRD Minta Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Fiskal

10 Agustus 2026 - 18:00 WITA

HUT ke-81 RI di Samarinda Digelar Sederhana, DPRD Pilih Perkuat Kegiatan Sosial

10 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH