Menu

Mode Gelap
IKN–Unhas Jalin Kerja Sama Strategis, Dorong SDM dan Riset untuk Nusantara Bang Sukri Wafat, Dunia Pers Kaltim Kehilangan Sosok Penggerak Media Siber Ketua JMSI Kaltim Wafat, Dunia Pers Berduka DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Jaga Ketertiban HKBP Gelar Konser di IKN, Suasana Kebersamaan Terasa

BERITA DAERAH · 13 Mar 2026 13:00 WITA ·

Diduga Masalah Asmara, Pekerja Pencucian Mobil di Sebulu Ditemukan Tewas Gantung Diri


 Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa. Perbesar

Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026).

Kapolsek Sebulu, Iptu Edy Subagyo, Jumat (13/3/2026), mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban sekitar pukul 09.00 WITA.

Saat itu, seorang pekerja bernama Solikin hendak masuk ke kamar yang biasa digunakan karyawan untuk beristirahat. Namun ketika pintu dibuka, ia terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di kasau atap kamar menggunakan tali nilon berwarna biru.

“Saksi langsung memanggil dua rekan kerja lainnya dan melaporkan kejadian itu kepada pemilik tempat pencucian mobil,” ujar Iptu Edy.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Sebulu bersama tenaga medis dari Puskesmas Sebulu II dan warga sekitar segera mendatangi lokasi serta menurunkan jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada aksi gantung diri. Polisi juga menemukan pesan di ponsel korban yang berisi pamitan kepada ibu kandung dan tunangannya.

“Sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan dan foto tali kepada keluarganya,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sebulu II. Keluarga yang berada di Jawa telah dihubungi melalui video call dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi.

Polisi menduga aksi bunuh diri tersebut dipicu masalah asmara. Sesuai kesepakatan dengan keluarga, korban rencananya akan dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara.

Dalam peristiwa ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel Infinix warna biru dan seutas tali nilon berwarna biru yang digunakan korban.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bang Sukri Wafat, Dunia Pers Kaltim Kehilangan Sosok Penggerak Media Siber

17 April 2026 - 11:00 WITA

Ketua JMSI Kaltim Wafat, Dunia Pers Berduka

17 April 2026 - 08:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Jaga Ketertiban

16 April 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Harap Kajari Baru Tingkatkan Penegakan Hukum

16 April 2026 - 11:00 WITA

Sekda Samarinda Yakin Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

Serah Terima Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Dikuatkan

16 April 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH