Menu

Mode Gelap
Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026 Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

BERITA DAERAH · 28 Okt 2023 15:00 WITA ·

Dispar Kaltim Siapkan Pelatihan Bagi Pegiat Wastra Batik Tahun Depan


 Dispar Kaltim Siapkan Pelatihan Bagi Pegiat Wastra Batik Tahun Depan Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Setiap budaya tentu harus dilestarikan dan dijaga keasliannya, dalam wastra batik khas Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki pakem yang harus diikuti. Terkait hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berencana untuk menggelar pelatihan teknis dalam membuat batik.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Dinas Pariwisata Kaltim, Dahlia menyebut rencana pelatihan bagi pembatik akan dilaksanakan pada tahun depan. Dengan melibatkan para pembatik dari kabupaten/kota di Kaltim.

“Nah kalau untuk regenerasi ini kami sendiri dari Dinas Pariwisata Provinsi KalTim, kita rencana tahun depan itu ada kegiatan untuk pelatihan membatik,” ujar Dahlia.

Selain sebagai wujud pelestarian budaya agar tetap sejalan dengan pakem batik Kaltim, pelatihan ini juga sebagai sarana untuk menambah wawasan para penggiat batik. Dahlia menjelaskan bahwa masih ada pembatik yang masih belum memahami teknik maupun pewarnaan dalam membatik.

Pewarnaan batik kaltim sendiri tergolong rumit, hal ini karena notabenenya batik kaltim tidaklah dilukis, melainkan dibuat dengan mesin tenun. Dalam hal ini pewarnaan menjadi rentan untuk  terjadinya kelunturan. Ini menurut Dahlia salah satu hal yang menjadi sangat penting untuk dipelajari untuk tetap menjaga kualitas produk batik Kaltim itu sendiri.

“Jadi seperti pembatik-pembatik yang dari Kutai Barat, itu kan mereka itu mengeluhkan masalah pewarnaan. Jadi pewarnaan untuk Ulap Doyo itu kan tidak boleh dicuci, kalau dicuci luntur. Jadi bagaimana mereka untuk belajar supaya pewarnaan itu awet,” jelas Dahlia.

Selain pelatihan membatik di daerah, Dispar Kaltim juga berencana untuk membawa pegiat wastra kaltim untuk dilakukan pendampingan ke luar kota. Dengan harapan para pegiat wastra batik kaltim dapat turut memamerkan hasil karyanya kepada para pembatik di daerah lain sekaligus mengambil ilmu para pembatik disana untuk di aplikasikan di Batik Kaltim.

“Itu juga kita melatih pelatihan-pelatihan cara membuat batik-batik yang mungkin selama ini kan kita berkiblatnya di Jawa ya, jadi kita nanti disana belajar teknik-teknin membatik yang baik dan benar,” tutup Dahlia.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

1 Juli 2026 - 16:00 WITA

Perumdam Samarinda Fokus Optimalkan IPA Lama, Target Layani 3.500 Pelanggan Baru di Palaran

1 Juli 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH