Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

BERITA DAERAH · 22 Apr 2026 16:30 WITA ·

DPRD Ingatkan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Samarinda, Jangan Hanya Tinggi Tapi Rentan


 Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan terkait pembahasan arah dan kualitas pertumbuhan ekonomi daerah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus LKPJ Tahun Anggaran 2025, Rabu (22/4/2026). Rapat digelar di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Samarinda dengan menghadirkan sejumlah OPD terkait. (Foto: Fathur Rabbany) Perbesar

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan terkait pembahasan arah dan kualitas pertumbuhan ekonomi daerah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus LKPJ Tahun Anggaran 2025, Rabu (22/4/2026). Rapat digelar di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Samarinda dengan menghadirkan sejumlah OPD terkait. (Foto: Fathur Rabbany)

KUTIPANRITA.ID, SAMARINDA — DPRD Kota Samarinda kembali menyoroti arah dan kualitas pertumbuhan ekonomi daerah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Rabu (22/4/2026). Rapat yang digelar di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Samarinda itu menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menegaskan bahwa tingginya angka pertumbuhan ekonomi tidak boleh menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembangunan. Menurutnya, struktur ekonomi yang menopang pertumbuhan juga harus diperhatikan secara serius.

“Pertumbuhan tinggi itu baik, tapi kita tidak boleh hanya melihat dari permukaan. Kita harus pastikan apakah fondasinya kuat atau tidak,” ujarnya kepada awak media.

Dalam pembahasan, sejumlah indikator strategis dikaji, mulai dari laju pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, hingga rasio gini. DPRD juga menyoroti kontribusi sektor-sektor utama terhadap PDRB yang dinilai masih belum merata.

Abdul Rohim mengungkapkan, saat ini perekonomian Samarinda masih bertumpu pada beberapa sektor dominan seperti konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Ketergantungan tersebut dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi daerah.

“Kalau struktur ekonominya tidak beragam, ketika satu sektor terganggu, dampaknya bisa langsung terasa luas,” jelasnya.

Ia mendorong penguatan sektor lain seperti UMKM, pariwisata, dan pertanian agar kontribusinya lebih seimbang. Menurutnya, distribusi sektor yang merata penting untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di masyarakat.

“Jangan sampai hanya beberapa sektor yang dominan, sementara yang lain tertinggal jauh. Ini bisa memicu ketimpangan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih didominasi pajak daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi menjadi titik lemah jika terjadi perlambatan ekonomi.

“Ketika daya beli turun atau aktivitas usaha melemah, penerimaan pajak pasti ikut terdampak. Ini harus diantisipasi,” katanya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sumber pendapatan lain, seperti retribusi dan pengelolaan aset, guna memperkuat kemandirian fiskal.

Melalui evaluasi ini, DPRD berharap pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan ketahanan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

“Angka tinggi itu bagus, tapi jangan sampai membuat kita lengah. Justru di situ kita harus lebih waspada melihat potensi risiko,” pungkasnya.

RDP tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala OPD, di antaranya Baperida, Bapenda, BPKAD, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, serta Dinas Pariwisata Kota Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran

6 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda

6 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Program KB Gratis Sepi Peminat di Samarinda, DPRD Soroti Lemahnya Sosialisasi

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH