KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Upaya mempertahankan anggaran pembangunan di Kalimantan Timur terus dilakukan melalui berbagai jalur. Anggota DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, mengatakan bahwa setiap pendekatan memiliki peran masing-masing, baik diplomasi formal maupun gerakan aspiratif dari masyarakat.
Menurut Firnadi, pemerintahan daerah telah mengedepankan jalur diplomasi dengan menyampaikan keberatan langsung kepada kementerian. Di sisi lain, munculnya dukungan dan gerakan masyarakat juga menjadi dorongan penting agar pusat mempertimbangkan kembali kebijakan pemangkasan anggaran.
Firnadi menilai kedua jalur tersebut saling melengkapi.
“Ada rencana seperti semacam itu kan? Ada rencana begitu? Iya. Ya harapannya ya itulah, masing-masing tapi punya pandangan ya dalam menempuh misalnya kalau yang jalur diplomasi, kemudian ada yang melakukan gerakan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa setiap langkah harus ditempuh dengan perhitungan matang agar tetap berada dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan konsekuensi yang merugikan.
Lebih jauh, Firnadi berharap seluruh proses advokasi anggaran berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan keputusan yang tepat bagi keberlanjutan pembangunan.
“Harapannya ya semua berjalan sesuai dengan apa ya, memenuhi koridor-koridor ketatuan,” tambahnya.
DPRD Kaltim memastikan akan terus mengawal dinamika kebijakan pusat agar tidak menghambat kemajuan daerah.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












