KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Isu representasi perempuan mencuat dalam polemik seleksi calon anggota KPID Kaltim. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Damayanti, mengingatkan agar proses pengambilan keputusan tidak mengesampingkan suara perempuan di lingkungan legislatif.
Damayanti merasa suara fraksinya tidak didengar bahkan sejak tahap awal pengumpulan pendapat. Ia menganggap hal tersebut dapat memberi kesan bahwa aspirasi perempuan tidak dianggap penting di DPRD.
“Jangan sampai suara perempuan dibungkam,” ujarnya.
Ia menegaskan, fraksinya memiliki legitimasi politik yang kuat karena dipilih langsung oleh masyarakat dari lima daerah pemilihan di Kaltim. Oleh sebab itu, setiap kebijakan yang berdampak publik harus melibatkan seluruh fraksi.
Damayanti juga menyoroti perlunya koordinasi antarpimpinan dan antar-komisi agar proses seleksi KPID berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
“Ini hanya sekadar mengingatkan semua gitu loh, jangan sampai suara perempuan dibungkam,” tegasnya kembali.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












