KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menyampaikan kekecewaannya terhadap proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang digelar Komisi I DPRD Kaltim. Ia menilai mekanisme yang berjalan jauh dari prinsip transparansi dan tidak melibatkan semua pihak secara proporsional.
Menurutnya, Fraksi PKB —yang secara struktural memegang posisi strategis di DPRD— justru tidak diberi ruang dalam memberikan pendapat terkait nama-nama calon yang kini telah diumumkan ke publik.
“Kami sangat merasa kecewa terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh teman-teman panitia dalam hal ini komisi 1 yang berkaitan dengan hasil calon anggota KPID,” ujarnya.
Ia menilai absennya pelibatan Fraksi PKB dalam proses ini bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut etika lembaga. Terlebih, Ketua Komisi I sendiri berasal dari PKB, namun justru tidak mendapatkan informasi maupun konfirmasi tentang proses finalisasi nama.
“Padahal ketua komisi satu kan dari fraksi PKB, lucu sekali di antara tujuh fraksi yang ada di DPRD ini kok malah kami yang tidak ada konfirmasi apa-apa perihal itu, sedangkan fraksi-fraksi lain ada konfirmasi,” tegasnya.
DPRD Kaltim diharapkan dapat memastikan proses seleksi lembaga penyiaran berjalan terbuka, adil, dan menghormati seluruh unsur fraksi.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












