Menu

Mode Gelap
Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok Orang Tua Siswa Bangga Titipkan Anak di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Otorita IKN Gelar Simulasi Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Niño 2026 Angkatan Perdana SMA Taruna Nusantara IKN Mulai Tempati Kampus, Siap Cetak Pemimpin Masa Depan

BERITA DAERAH · 10 Des 2025 13:42 WITA ·

DPRD Kaltim: Pendidikan Kontekstual Diperlukan untuk Tekan Ketimpangan Antarwilayah


 Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

KUTAIPANRITA.ID, (SAMARINDA) – DPRD Kalimantan Timur menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan sumber daya manusia antara wilayah perkotaan dan kawasan pinggiran. Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah belum optimalnya penerapan pendidikan yang sesuai dengan konteks dan potensi masing-masing daerah.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyatakan bahwa pendidikan berbasis lokal dapat menjadi instrumen untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Dengan pendekatan yang kontekstual, daerah-daerah yang selama ini tertinggal dapat memiliki sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan mereka sendiri.

“Pendekatan ini, juga menjadi strategi untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah, terutama antara pusat kota dan kawasan pinggiran yang selama ini kerap terpinggirkan dalam kebijakan pendidikan nasional,” terangnya.

Ia menilai, daerah yang kaya sumber daya alam justru sering menghadapi persoalan keterbatasan akses dan kualitas pendidikan. Padahal, potensi tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai basis pembelajaran yang relevan dan aplikatif bagi masyarakat setempat.

Dalam konteks itu, DPRD Kaltim mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat lokal dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan yang lebih membumi. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pendidikan tidak terlepas dari realitas sosial dan kebutuhan ekonomi daerah.

“Karena itu, saya mendorong penyusunan kurikulum yang mengakar pada karakteristik lokal, baik dari segi budaya, kebutuhan tenaga kerja, hingga potensi ekonominya. Pendidikan di setiap wilayah idealnya dibangun dengan pendekatan kultur dan potensi lokal. Karena mereka yang dididik itulah nantinya yang akan bekerja dan membangun wilayahnya sendiri,” tandasnya.

DPRD Kaltim berharap, melalui penguatan pendidikan berbasis potensi daerah, Kalimantan Timur dapat membangun sumber daya manusia yang tidak hanya kompetitif secara nasional dan global, tetapi juga memiliki keterikatan kuat dengan daerah asalnya.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok

11 Juli 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Gelar Simulasi Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Niño 2026

10 Juli 2026 - 17:00 WITA

Disdikbud Kukar Libatkan Koperasi Sekolah Salurkan Seragam Gratis

9 Juli 2026 - 16:00 WITA

Pemkab Kukar Gandeng Telkom University Siapkan Konsep Internet Desa Gratis

9 Juli 2026 - 15:00 WITA

Disdikbud Kukar Bertahap Isi Kekosongan Kepala Sekolah, Rekrutmen ASN Jadi Solusi Jangka Panjang

9 Juli 2026 - 14:00 WITA

127 Kepala Sekolah Dan 93 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik di Kukar

9 Juli 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH