KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Dalam laporan hasil reses masa sidang III, Fraksi Partai Gerindra DPRD Kaltim menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah yang perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi ke depan. Kondisi tersebut muncul seiring proses percepatan pembangunan yang diarahkan melalui RPJMD 2025–2050 serta RPJPD 2024–2026.
Fuad Fakhruddin menjelaskan bahwa Kaltim berada pada fase penting menghadapi transformasi pertumbuhan wilayah, terutama di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong. Peningkatan jumlah penduduk akibat mobilitas antarwilayah serta pengaruh perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi faktor signifikan.
Sejumlah persoalan yang ditemukan selama reses di antaranya kemacetan di kawasan perkotaan, penambahan volume sampah rumah tangga, keterbatasan akses air bersih, titik rawan banjir, kebutuhan peningkatan jaringan telekomunikasi dan tower BTS.
“Pembangunan Kaltim tidak cukup hanya mengandalkan pembenahan fisik, tetapi juga kesiapan SDM, ekonomi, dan infrastruktur pendukung,” jelas Fuad, Selasa (2/12/2025).
Ia menegaskan bahwa tantangan ini perlu dijawab melalui kebijakan yang terukur dan responsif terhadap dinamika pertumbuhan penduduk serta perubahan struktur ekonomi daerah.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












