Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis, 58 Orang Diamankan Polisi PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

BERITA DAERAH · 25 Mar 2026 17:00 WITA ·

DPRD Samarinda Respon WFH, Samri: Jangan Hanya Pindahkan Beban ke Masyarakat


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, memberikan keterangan terkait rencana pemerintah pusat menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN dan sektor swasta tertentu pasca Lebaran 2026. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, memberikan keterangan terkait rencana pemerintah pusat menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN dan sektor swasta tertentu pasca Lebaran 2026. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyoroti rencana pemerintah pusat menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN dan sektor tertentu pasca Lebaran 2026.

Ia menilai kebijakan tersebut memiliki manfaat, namun harus dikaji secara matang agar tidak menimbulkan dampak baru.

“WFH ini ada plus minusnya. Bisa mengurangi kemacetan dan konsumsi BBM, tapi tidak semua sektor bisa menerapkannya,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Samri menegaskan, layanan publik tetap membutuhkan kehadiran langsung. “Kalau pelayanan seperti di kelurahan, tentu harus tatap muka dengan masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai WFH lebih cocok diterapkan pada pekerjaan administratif yang bisa dilakukan secara daring. Namun, ia juga mengingatkan potensi beban yang berpindah ke masyarakat.

“Memang hemat transportasi, tapi biaya di rumah seperti listrik justru meningkat. Jangan sampai beban negara malah dialihkan ke masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh sebelum kebijakan ini diterapkan secara luas.

“Kalau memang efektif silakan dijalankan, tapi kalau tidak, harus dikaji ulang,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH