KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan perlunya penyusunan program anggaran yang lebih strategis untuk memperbaiki kualitas pendidikan di wilayah terpencil. Serapan anggaran sektor pendidikan yang dinilai belum maksimal membuat banyak kebutuhan dasar sekolah tidak terpenuhi.
Fuad Fakhruddin, yang mewakili Komisi IV, menyebut pemerintah daerah harus menyeimbangkan program nasional dan daerah guna memperluas pemerataan pendidikan.
Dalam penjelasannya, ia menyinggung bahwa berbagai program pusat tengah berjalan, mulai dari makan gratis, sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga digitalisasi pembelajaran. Namun, ia menilai program daerah juga tidak boleh tertinggal.
Ia menegaskan bahwa GratisPol dan JosPol, dua program prioritas Pemprov Kaltim di sektor pelayanan publik, harus selaras dengan upaya memperkuat fasilitas sekolah.
“Upaya peningkatan fasilitas harus sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang kini menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan,” katanya.
Fuad juga mendorong agar Disdikbud Kaltim segera menyusun perencanaan anggaran yang lebih terarah, sehingga kebutuhan sekolah filial dan sekolah terpencil bisa dipenuhi secara bertahap namun pasti.
Kondisi geografis yang sulit, terbatasnya akses transportasi, dan minimnya dukungan infrastruktur disebutnya sebagai alasan kuat mengapa penganggaran pendidikan harus diprioritaskan lebih awal.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












