Menu

Mode Gelap
Video Mapping Museum Mulawarman Suguhkan Kisah Putri Karang Melenu, Budaya Kutai Dikemas Lebih Modern Jawa Tengah Jajaki Kemitraan Strategis dengan Otorita IKN, Investasi dan Kolaborasi Jadi Fokus Pembahasan DPRD Samarinda Dorong Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Maksimalkan Potensi Wisata Daerah DPRD Samarinda Usulkan Validasi Domisili Siswa Dimulai Sejak Kelas 5 SD, Cegah Manipulasi Alamat saat SPMB 34 Mahasiswa KKN Tematik Rampungkan Pengabdian di IKN, Basuki Tekankan Pentingnya Belajar Menyelesaikan Masalah

BERITA DAERAH · 4 Mei 2026 14:00 WITA ·

Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan bahwa hingga saat ini kualitas pendidikan di daerah belum sepenuhnya merata. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan bahwa hingga saat ini kualitas pendidikan di daerah belum sepenuhnya merata. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai persoalan di sektor pendidikan. Di tengah semangat tema nasional tentang pendidikan bermutu untuk semua, DPRD Kota Samarinda menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar kualitas pendidikan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kualitas pendidikan di daerah belum sepenuhnya merata. Ia menilai masih terdapat kesenjangan signifikan antara sekolah di wilayah pusat kota dengan daerah pinggiran, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas tenaga pengajar.

“Momentum Hardiknas ini seharusnya tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang refleksi terhadap kondisi riil pendidikan kita hari ini,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi tantangan utama yang perlu diselesaikan. Sejumlah sekolah di kawasan tertentu dinilai belum memiliki fasilitas memadai untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas hasil pendidikan.

Selain persoalan infrastruktur, Ismail juga menyoroti kondisi tenaga pendidik, khususnya guru honorer yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera. Ia menyebutkan masih adanya guru dengan penghasilan rendah, bahkan di bawah standar kebutuhan hidup, yang pada akhirnya berdampak pada motivasi dan kualitas pengajaran di sekolah.

“Kita tidak bisa menutup mata. Masih banyak guru yang penghasilannya sangat rendah. Ini tentu berdampak pada motivasi dan kualitas pengajaran,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam memperhatikan kesejahteraan guru melalui kebijakan yang berpihak, seperti pemberian insentif tambahan, subsidi, hingga jaminan sosial yang layak. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru akan memberikan dampak positif secara langsung terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Guru, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Guru harus terus didukung untuk berkembang. Mereka dituntut adaptif terhadap perubahan, apalagi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat,” jelasnya.

Ismail juga menilai sistem pendidikan perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman, termasuk dalam penerapan kurikulum yang relevan dan kontekstual dengan perkembangan global. Ia turut menyinggung kebijakan zonasi yang menurutnya masih perlu penyempurnaan agar benar-benar mampu menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di semua wilayah.

“Zonasi itu konsepnya bagus, tapi implementasinya harus terus dievaluasi agar tepat sasaran,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap peringatan Hardiknas 2026 dapat menjadi pemicu lahirnya kebijakan yang lebih konkret dan berkelanjutan dalam membangun sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas di Kota Samarinda.

“Kalau kita serius membenahi pendidikan dari sekarang, maka masa depan generasi kita akan jauh lebih terjamin,” pungkasnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Video Mapping Museum Mulawarman Suguhkan Kisah Putri Karang Melenu, Budaya Kutai Dikemas Lebih Modern

7 Agustus 2026 - 10:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Maksimalkan Potensi Wisata Daerah

6 Agustus 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Usulkan Validasi Domisili Siswa Dimulai Sejak Kelas 5 SD, Cegah Manipulasi Alamat saat SPMB

6 Agustus 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong PLTSa Berbasis Regional, Andriansyah Usulkan Lokasi Lebih Strategis

5 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Komisi I DPRD Samarinda Dorong Digitalisasi Layanan Publik, Tekankan Pelayanan Tatap Muka Tetap Diperlukan

5 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Sambut HUT Ke-81 RI, DPRD Samarinda Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga

5 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH