Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

BERITA DAERAH · 4 Mei 2026 14:00 WITA ·

Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan bahwa hingga saat ini kualitas pendidikan di daerah belum sepenuhnya merata. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan bahwa hingga saat ini kualitas pendidikan di daerah belum sepenuhnya merata. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai persoalan di sektor pendidikan. Di tengah semangat tema nasional tentang pendidikan bermutu untuk semua, DPRD Kota Samarinda menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar kualitas pendidikan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kualitas pendidikan di daerah belum sepenuhnya merata. Ia menilai masih terdapat kesenjangan signifikan antara sekolah di wilayah pusat kota dengan daerah pinggiran, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas tenaga pengajar.

“Momentum Hardiknas ini seharusnya tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang refleksi terhadap kondisi riil pendidikan kita hari ini,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi tantangan utama yang perlu diselesaikan. Sejumlah sekolah di kawasan tertentu dinilai belum memiliki fasilitas memadai untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas hasil pendidikan.

Selain persoalan infrastruktur, Ismail juga menyoroti kondisi tenaga pendidik, khususnya guru honorer yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera. Ia menyebutkan masih adanya guru dengan penghasilan rendah, bahkan di bawah standar kebutuhan hidup, yang pada akhirnya berdampak pada motivasi dan kualitas pengajaran di sekolah.

“Kita tidak bisa menutup mata. Masih banyak guru yang penghasilannya sangat rendah. Ini tentu berdampak pada motivasi dan kualitas pengajaran,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam memperhatikan kesejahteraan guru melalui kebijakan yang berpihak, seperti pemberian insentif tambahan, subsidi, hingga jaminan sosial yang layak. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru akan memberikan dampak positif secara langsung terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Guru, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Guru harus terus didukung untuk berkembang. Mereka dituntut adaptif terhadap perubahan, apalagi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat,” jelasnya.

Ismail juga menilai sistem pendidikan perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman, termasuk dalam penerapan kurikulum yang relevan dan kontekstual dengan perkembangan global. Ia turut menyinggung kebijakan zonasi yang menurutnya masih perlu penyempurnaan agar benar-benar mampu menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di semua wilayah.

“Zonasi itu konsepnya bagus, tapi implementasinya harus terus dievaluasi agar tepat sasaran,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap peringatan Hardiknas 2026 dapat menjadi pemicu lahirnya kebijakan yang lebih konkret dan berkelanjutan dalam membangun sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas di Kota Samarinda.

“Kalau kita serius membenahi pendidikan dari sekarang, maka masa depan generasi kita akan jauh lebih terjamin,” pungkasnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH