KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan upaya pencarian terhadap korban kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal Landing Craft Tank (LCT) di perairan Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Memasuki hari ketiga operasi pencarian (H.3), Kamis (15/1/2026), tim memperluas area penyisiran guna menemukan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Berdasarkan data yang diterima, kecelakaan tersebut melibatkan dua orang korban. Satu korban atas nama Ilan (21) berhasil selamat dari insiden tersebut, sementara satu korban lainnya, Arani (58), hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Komandan Tim SAR, Nur Ngalim, menjelaskan bahwa pada hari ketiga operasi pencarian, tim melaksanakan kegiatan sesuai rencana operasi dengan memperluas area pencarian hingga sejauh 10 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP). Metode pencarian difokuskan pada penyisiran alur Sungai Belayan menggunakan sarana air, dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
“Pada H.3 ini, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan memperluas area sejauh 10 kilometer dari LKP. Seluruh unsur yang terlibat tetap berupaya maksimal meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan,” ujar Nur Ngalim.
Ia menambahkan, sejumlah hambatan dihadapi selama proses pencarian, di antaranya arus sungai yang cukup kuat serta kondisi wilayah yang masih terdapat binatang buas, seperti buaya. Meski demikian, seluruh personel tetap melaksanakan pencarian dengan mengutamakan keselamatan.
Operasi SAR ini melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, BPBD Kutai Kartanegara, unsur TNI-Polri setempat, Damkarmatan Kota Bangun, Pramuka Peduli, Emergency Response Team (ERT) PT Bayan Resources, pemerintah kecamatan, relawan gabungan, serta dukungan dari masyarakat dan pihak keluarga korban.
Tim SAR Gabungan memastikan upaya pencarian akan terus dilanjutkan sesuai dengan prosedur dan perkembangan situasi di lapangan, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Sumber: Basarnas Kaltim
@2026












