KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri melakukan monitoring kesehatan hewan kurban di kawasan Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Senin (25/5/2026).
Monitoring tersebut dilakukan bersama jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat dan memenuhi standar kesehatan hewan.
Dalam kegiatan itu, petugas dokter hewan melakukan pemeriksaan langsung terhadap sapi-sapi kurban yang akan dijual kepada masyarakat. Hewan yang dinyatakan sehat kemudian diberikan tanda khusus sebagai bukti layak dijadikan hewan kurban.
“Kami melakukan peninjauan untuk memastikan hewan kurban di Kutai Kartanegara sehat dan memenuhi standar kesehatan,” ujar Aulia singkat.
Ia mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi langkah penting agar masyarakat merasa aman saat mengonsumsi daging kurban pada Iduladha nanti. Menurutnya, seluruh hewan yang telah diperiksa dokter hewan dan dinyatakan sehat akan diberi tanda khusus oleh petugas.
Aulia juga mengapresiasi kerja para dokter hewan dan petugas Distanak Kukar yang turun langsung melakukan pemeriksaan di lapangan sejak beberapa hari terakhir.
“Harapan kami masyarakat bisa mengonsumsi hewan kurban yang baik, aman, dan sudah dinyatakan sehat oleh pihak berwenang,” tambahnya.
Sementara itu, Dokter Hewan Distanak Kukar, Gunawan Nanang menjelaskan bahwa pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni antemortem dan postmortem.
Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan disembelih, dengan melihat kondisi fisik sapi secara menyeluruh, mulai dari mata, hidung, mulut, hingga cara berjalan hewan.
“Kalau sapi sehat, matanya cerah, hidung tidak berlendir, mulut tidak berliur, dan jalannya tidak pincang,” jelas Gunawan.
Ia menyebutkan, sebanyak 124 ekor sapi di lokasi tersebut telah diperiksa dan seluruhnya dinyatakan sehat. Pemeriksaan bahkan sudah dilakukan sejak Jumat lalu untuk memastikan kondisi hewan tetap prima menjelang hari penyembelihan.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, nantinya juga dilakukan pemeriksaan postmortem atau pengecekan organ dalam setelah hewan dipotong. Pemeriksaan itu meliputi hati, jantung, ginjal, usus, dan organ lainnya guna memastikan tidak ada penyakit berbahaya.
Menurut Gunawan, pemeriksaan postmortem dilakukan oleh petugas khusus atau keurmaster yang bertugas menilai kelayakan organ dalam hewan kurban.
“Kalau ada perubahan pada organ dalam, maka bagian itu tidak boleh dikonsumsi,” katanya.
Ia juga memastikan hingga saat ini belum ada laporan sapi kurban yang terindikasi penyakit serius di seluruh kecamatan di Kukar. Dari laporan yang masuk, hanya ada beberapa sapi yang mengalami penurunan nafsu makan karena belum terjual.
“Alhamdulillah sampai saat ini aman semua. Mudah-mudahan saat pemeriksaan postmortem nanti juga tidak ditemukan penyakit,” pungkasnya.
Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo Editor : Fairuzzabady @2026












