Menu

Mode Gelap
Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

BERITA DAERAH · 28 Mei 2024 11:30 WITA ·

Kendalikan Stunting, Kecamatan Anggana Bentuk Satgas Stunting


 Camat Anggana, Rendra Abadi.(kutaipanrita.id) Perbesar

Camat Anggana, Rendra Abadi.(kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Angka stunting di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), pada tahun 2024 mengalami penurunan yang signifikan.

Pasalnya, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Anggana  dalam penanganan stunting, salah satunya membuat inovasi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Stunting.

Satgas Stunting tersebut terdiri  dengan melibatkan dari beberapa unsur yakni pihak Puskesmas, Pemerintah Kecamatan Anggana, Pemerintah Desa, dan masyarakat.

Camat Anggana, Rendra Abadi mengatakan bahwa, keberadaan Satgas Stunting mampu menurunkan angka stunting di tahun 2024.

“Satgas Stunting ini dibentuk memang fokus menangani stunting, dan Alhamdulillah tahun 2024 ini angka stunting mengalami penurunan,” ujar Rendra Abadi, Selasa (28/5/2024)

Lebih lanjut Renda Abadi menjelaskan, terkait teknis pelaksanaan penanganan stunting di Kecamatan Anggana, satgas stunting melakukan pendataan, peninjauan lapangan hingga penanganan dan pencegahan.

Tak hanya itu, satgas stunting juga gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi terutama kepada para ibu hamil terkait  pentingnya menjaga pola makan.

Rendra Abadi juga menyebut bahwa, dana yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan kebutuhan lainnya terkait penanganan stunting berasal  dari anggaran pemerintah dan juga dana desa.

“Kita berikan penyuluhan, bahkan kita bantu bagi warga yang tidak mampu yaitu dari sumber anggaran pemerintah dan dana desa,” ungkap Rendra Abadi.

Dalam hal itu, Rendra Abadi juga berharap, agar masyarakat sadar dan kooperatif terhadap program pemerintah terkait kesehatan khususnya stunting demi terciptanya masyarakat yang sehat dan bahagia.

“Mari kita mulai hidup sehat agar terhindar dari stunting,” ajak Rendra Abadi.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH