Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Jaga Ketertiban HKBP Gelar Konser di IKN, Suasana Kebersamaan Terasa DPRD Samarinda Harap Kajari Baru Tingkatkan Penegakan Hukum Sekda Samarinda Yakin Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut Serah Terima Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Dikuatkan

BERITA DAERAH · 4 Mar 2026 21:00 WITA ·

Kolam Retensi Bengkuring Mulai Efektif, Genangan Banjir Tak Lagi Berhari-hari


 Lurah Sempaja Timur, Yuliani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait dampak pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur. Pembangunan tersebut mulai menunjukkan hasil positif dalam penanganan banjir, meski genangan masih terjadi beberapa kali sepanjang 2025, durasinya kini jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Lurah Sempaja Timur, Yuliani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait dampak pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur. Pembangunan tersebut mulai menunjukkan hasil positif dalam penanganan banjir, meski genangan masih terjadi beberapa kali sepanjang 2025, durasinya kini jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.IDSAMARINDA – Pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, mulai menunjukkan hasil dalam upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut. Meski banjir masih beberapa kali terjadi sepanjang 2025, durasi genangan air kini disebut jauh lebih cepat surut dibandingkan sebelumnya.

Hal itu disampaikan Lurah Sempaja Timur, Yuliani, saat mendampingi inspeksi lapangan yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Samarinda di kawasan pengendalian banjir Bengkuring, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, dalam satu tahun terakhir wilayah Bengkuring masih mengalami sekitar lima kali banjir. Namun keberadaan kolam retensi telah membantu mengurangi lamanya air menggenangi permukiman warga.

“Memang pada 2025 hampir lima kali terjadi banjir, tetapi durasinya jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Ini menjadi salah satu dampak dari pembangunan kolam retensi di Bengkuring,” ujar Yuliani.

Ia menjelaskan, sebelum kolam retensi dibangun, banjir di kawasan tersebut bisa bertahan hingga berhari-hari. Salah satu titik yang paling sering terdampak berada di sekitar pintu air Terong yang menjadi jalur masuk air sekaligus titik terakhir yang surut.

“Kalau dulu bukan lagi hitungan jam, tapi bisa berhari-hari air menggenang. Biasanya di sekitar pintu air Terong itu air pertama masuk dan terakhir keluar,” jelasnya.

Yuliani menambahkan, banjir di Bengkuring tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh aliran air dari wilayah utara serta limpasan anak Sungai Karang Mumus saat kondisi sungai pasang.

Karena itu, selain kolam retensi, pembangunan tanggul dan penyediaan pompa air dinilai penting untuk memaksimalkan sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut. Saat ini pintu air sudah terbangun, namun belum berfungsi maksimal karena pompa air belum tersedia.

“Dengan adanya tanggul nanti diharapkan arus air dari sungai bisa terbendung agar tidak masuk ke pemukiman. Sementara pompa akan membantu mengalirkan air menuju kolam retensi,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan kolam retensi, tanggul, serta fasilitas pendukung lainnya dapat segera diselesaikan secara menyeluruh agar persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah tahunan di Bengkuring dapat berangsur teratasi.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Jaga Ketertiban

16 April 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Harap Kajari Baru Tingkatkan Penegakan Hukum

16 April 2026 - 11:00 WITA

Sekda Samarinda Yakin Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

Serah Terima Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Dikuatkan

16 April 2026 - 09:00 WITA

Polemik JKN 49 Ribu Warga Memanas, Andi Harun: Bukan Redistribusi, Ini Pengalihan Beban

15 April 2026 - 18:00 WITA

BPS Samarinda Siap Jalankan Sensus Ekonomi 2026, Fokus Data Pelaku Usaha

15 April 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH